Tajuk

Tolak Pernikahan Dini

Kenapa tema pencegahan perkawinan anak menjadi sorotan? Sebab, di Kalsel terbilang masih tinggi angka perkawinan di bawah umur

Tolak Pernikahan Dini
BPost Cetak
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26, akhir Juni 2019.

Menyongsong momen tersebut, mulai bermunculan spanduk dan kampanye di kabupaten/kota se-Kalsel yang bertajuk pencegahan perkawinan anak.

Sebagaimana ditulis BPost, Senin (17/6/2019) “Pelajar SD Hingga SMA Kompak Tolak Perkawinan Anak”.

Aksi ini berlangsung di lapangan Dwi Dharma, Rantau, Tapin dan melibatkan ratusan pelajar binaan Dinas Pendidikan, Forum Anak, Duta GenRe, Pramuka Bakti Husada Dinas Kesehatan.

Kenapa tema pencegahan perkawinan anak menjadi sorotan? Sebab, di Kalsel terbilang masih tinggi angka perkawinan di bawah umur, atau satu daerah yang jumlah pernikahan dini tertinggi di Indonesia.

Memang, ada banyak kasus di beberapa provinsi di Indonesia, mengenai pernikahan anak usia dini atau di bawah umur.

Baca: Begini Pemadihin Milenial Promosikan Madihin, Youtube dan Instagram Jadi Media

Baca: Usia Kehamilan 7 Minggu, Shandy Aulia Sudah Buatkan Nama untuk Anak, Sudah Disiapkan Sejak Menikah

Baca: Tengah Berbicara dengan Hakim, Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Pingsan dan Meninggal

Baca: Bukan ke Realmadrid, Titisan Cristiano Ronaldo Ini Berlabuh ke Atletico Madrid

Atas dasar temuan demikian, memicu dan mendapat perhatian serius pihak yang peduli terhadap hak-hak anak.

Seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tapin, Hj Lailian Noor kegiatan kampanye dan aksi damai itu, bertujuan mengajak masyarakat dan peserta senam pagi untuk bersama mencegah perkawinan anak.

Itu bentuk kampanye mencegah perkawinan anak usia dini, sehingga kegiatan tersebut membawa poster dan spanduk yang berisikan pesan menolak perkawinan anak. Juga sebagai persiapan Kabupaten Tapin, ikut lomba kampanye pencegahan perkwinan anak.

Dalam setiap kesempatan, Bupati Tapin HM Arifin Arpan meminta peran serta masyarakat agar tidak menikahkan anak mereka yang masih usia sekolah.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved