BPost Cetak

Dishut Akan Ikut Tagih Reklamasi

Kendati menjadi penyumbang batu bara terbesar di Indonesia, harus diakui wajah bumi Kalsel penuh dengan lubang bekas galian emas hitam.

Dishut Akan Ikut Tagih Reklamasi
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (21/7/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pertambangan di Kalimantan Selatan membuka mata banyak kalangan di provinsi ini.

Kendati menjadi penyumbang batu bara terbesar di Indonesia, harus diakui wajah bumi Kalsel penuh dengan lubang bekas galian emas hitam.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol, membenarkan hal ini. Dia mengatakan ada puluhan perusahaan yang sudah tak beroperasi dan tak lagi miliki izin usaha pertambangan (IUP) yang tak menyelesaikan tanggung jawabnya melakukan reklamasi.

Banyak di antara lubang itu berada di kawasan hutan. “Ada puluhan jumlahnya,” kata Hanif.

Walaupun secara administrasi proses penagihan kewenangan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Kehutanan juga akan ikut melakukannya. Saat ini, menurut Hanif, pihaknya meminta legal opini dari Kejaksaan Tinggi.

Jika berhasil ditelusuri dan penanggung jawab perusahaan tak dapat menjalankan kewajibannya, menurut Hanif, bisa saja muncul potensi pidana.

Baca: Saldo Wati Tinggal Rp 0, Nasabah Serbu Kantor Bank Mandiri

Baca: Politisi PDIP Tolak Gerindra

Baca: Remaja Disabilitas Penggemar Berat Pebulutangkis Kevin, Samuel Lega Bisa Foto Bersama Idola

Baca: Si Palui : Sandal Balu

Selain itu pihaknya juga akan meminta bantuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk melakukan penagihan dana reklamasi pertambangan. “Kalau tidak ada pembayaran maka asetnya akan diambil untuk membayar atau pemutihan,” kata Hanif.

Kebanyakan lubang tambang itu bekas aktivitas perusahaan yang sudah tutup dan izinnya dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten/kota. Sebelumnya ditangani provinsi, pemerintah kabupaten/kota bisa mengeluarkan izin tambang.

Diakui Hanif tak hanya lubang galian tambang dari perusahaan yang sudah tak beroperasi atau sudah bangkrut, ada pula lubang-lubang bekas tambang ilegal yang dilakukan oleh pihak perseorangan yang juga ditinggalkan begitu saja.

Persoalan lubang tambang ini terasa sekali di Kabupaten Tanahbumbu hingga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepala DLH Tanbu, Rahmat Prapto Udoyo, Kamis (18/7), mengatakan telah dikoordinasikan ke Dinas ESDM Kalsel.

“Jawabnya, itu (lubang tambang) bisa dipergunakan kegiatan lain seperti sumber air atau apa,” kata Rahmat.

 (acm/sah)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved