Tajuk

Sayang Anak

HARI ini menjadi momen puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang secara nasional dipusatkan di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Sulsel.

Sayang Anak
istimewa/yayasan anak bangun negeri
Hari Anak Nasional 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI ini menjadi momen puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 yang secara nasional dipusatkan di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Media sosial pun ramai menggunakan blast twibbon HAN 2019 yang kali ini mengangkat tema “Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak” dengan tagline, “Kita Anak Indonesia, Kita Gembira!.” Hashtag #KitaGembira.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam publikasi melalui laman situs resminya menyatakan peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.

HAN harus dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian semua warga bangsa Indonesia, baik orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak agar anak Indonesia yang berjumlah 79,6 juta pada tahun 2018 dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas tinggi.

Mewujudkan Indonesia Layak Anak (Idola) yang ditarget pada 2030 mendatang, rasanya masih jauh dari realisasi. Namun jika tidak dikejar, negeri ini makin jauh dari impian anak-anak yang mendamba jadi surganya.

Kabupaten/kota harus lebih dulu menjadi kabupaten/kota layak anak (KLA). Di Kalsel, kabupaten kota berlomba mengejar status layak anak. Kota Banjarbaru, Kabupaten HSS, diantaranya yang sudah mendapatkannya. Menyusul Kota Banjarmasin, HST dan kabupaten lainnya.

Semoga saja, daerah tidak hanya mengejar status KLA dan atau semata prestise, pencitraan kepala daerah atau apapun semacamnya tapi pada benar-benar berorientasi pada kenyataan melayani dan menyayangi anak.

Sebab, untuk benar-benar menjadi KLA yang benar-benar ideal tidaklah gampang, Harus terpenuhi setidaknya 24 indikator utama pemenuhan hak dan perlindungan anak yang terhimpun dalam enam cluster KLA mencakup; Kelembagaan; Kesehatan dasar dan kesejahteraan; Pendidikan, pemanfaaatan waktu luang dan kegiatan budaya; Perlindungan khusus; Hak sipil kebebasan; Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Dari sisi kelembagaan, indikator yang diukur diantaranya adanya perda KLA, keterlibatan masyarakat, dunia usaha dan media. Indikator kesehatan dasar dan kesejahteraan mencakup persalinan di faskes, prevalensi gizi, faskes dengan pelayanan ramah anak, air minum dan sanitasi hingga kawasan tanpa rokok. Terpenting dari sisi lingkungan keluarga yang memegang pengaruh besar bagi tumbuh kembang anak. Keluarga menjadi lingkungan terdekat yang pertama kali dikenal oleh anak.

Anak memang sangat layak mendapatkan surganya curahan perhatian dan kasih sayang. Sebab itu tak berlebihan jika John F. Kennedy, Politikus dan Presiden ke-35 Amerika Serikat mengatakan,”Anak adalah sumber daya paling bernilai di dunia dan dia adalah harapan terbaik untuk masa depan.” Selamat Hari Anak Nasional! (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved