Opini

Magnet Politik Habib di Pilkada Kalsel 2020

Jika tak ada aral melintang, pada September tahun ini tahapan Pilkada di tujuh kota/kabupaten dan satu provinsi mulai digelar

Magnet Politik Habib di Pilkada Kalsel 2020
banjarmasinpost.co.id/nurholishuda
Aditya Mufti Ariffin dan AR Iwansyah menyatakan diri maju Cawali Dan Wawali Banjarbaru di Pilkada 2020. 

Oleh: Budi Kurniawan
Direktur PADMA (Pusat Analisis, Data, Media, dan Masyarakat Kalsel) Institute

BANJARMASINPOST.CPO.ID - Jika tak ada aral melintang, pada September tahun ini tahapan Pilkada di tujuh kota/kabupaten dan satu provinsi (Banjarmasin, Banjarbaru, Kotabaru, Banjar, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu) mulai bergulir.

Pada Februari tahun depan para petarung Pilkada akan ditetapkan. Setelah ditetapkan, pertarungan pun dimulai hingga pertengahan atau akhir tahun 2020.

Tanpa mengecilkan Pilkada di enam kabupaten/kota yang bisa jadi penuh drama, Pilkada Provinsi Kalsel yang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur relatif menarik. Apalagi jika mengingat pada apa yang terjadi pada lima tahun silam.

Sebelum KPU Kalsel menetapkan pemenang Pilkada pada 19 Desember 2015, drama politik berlangsung. Hitung cepat lembaga survey asal Jakarta memenangkan pasangan H Muhidin – Gusti Farid Hasan Aman. Selisih suara versi hitung cepat itu kurang dari satu persen.

Baca: Tahu Gibran dan Kaesang Masuk Bursa Pilkada Solo, Jokowi : Tanya ke Anaknya Langsung

Baca: Lihat Suami Tidak Ada yang Ngurus saat Hamil, Wanita Ini Relakan Sahabat Jadi Istri Kedua

Baca: Gunung Tangkuban Parahu Erupsi Tiba-Tiba, Surono : Alam Setiap Akan Ada Kejadian Ada Tandanya

Baca: Liga Spanyol Musim Depan Hanya Digelar Sabtu dan Minggu, Diluar Itu Harus Izin RFEF

Drama Pilgub 2015
Kemenangan versi hitung cepat tak pelak membuat prediksi banyak pihak meleset. Rival kuat Muhidin – Gusti Farid, pasangan Sahbirin Noor – Rudy Resnawan yang semula diduga akan menang mudah, ternyata tak seperti yang dibayangkan.

Apalagi jika menghitung dukungan partai politik yang kala itu hampir seluruhnya diborong Sahbirin – Rudy. Partai Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS, PAN, dan Partai Hanura mengusung pasangan ini.

Tak pelak, hanya Partai Kebangkitan Bangsa dan Nasdem yang tersisa. Kedua partai ini kemudian mendukung dr Zairullah Azhar – Muhammad Sapi’i. Sedangkan Muhidin – Gusti Farid memilih jalur independen. Pilihan itu membuat Muhidin – Gusti Farid menorehkan sejarah sebagai pasangan pertama dari jalur independen yang berlaga pada Pilkada Kalsel.

Jalur independen ditambah kekuatan kedua sosok –Muhidin dinilai sukses memimpin Kota Banjarmasin dengan berbagai pembangunan landmark baru dan Gusti Farid membawa politik garis darah baik dari sang ayah dan mertua yang sama-sama merupakan Gubernur Kalsel dengan sejumlah catatan baik semasa mereka menjabat—mengubah peta politik yang semula mudah diduga itu.

Namun, kemenangan versi hitung cepat itu hanya berlangsung sesaat. Versi KPU, Sahbirin dan Rudy Resnawan lah yang memenangkan Pilkada Kalsel. Kemenangannya berlangsung sangat tipis. KPU Provinsi Kalsel menetapkan, calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 1 (Zairullah – Sapi’i) memeroleh 334.712 suara; calon nomor urut dua (Sahbirin – Rudy) memeroleh 739.588 suara; dan Muhidin – Gusti Farid, calon nomor urut tiga memeroleh 725.585 suara.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved