Opini
Magnet Politik Habib di Pilkada Kalsel 2020
Jika tak ada aral melintang, pada September tahun ini tahapan Pilkada di tujuh kota/kabupaten dan satu provinsi mulai digelar
Perolehan empat Habib yang lolos ke Senayan itu mencapai lebih satu juta suara. Jumlah yang cukup fantastis jika dibandingkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kalsel pada 2019 yang mencapai 2.869.337 orang. Artinya lebih dari setengah DPT memilih para Habib untuk DPD dan DPR RI.
Di tingkat Provinsi Kalsel, ada empat Habib yang terpilih di lima daerah pemilihan. Jumlah suara mereka juga relatif besar, rata-rata lebih dari 25.000 suara per orang.
Jika ditotal jumlah suara para Habib itu bisa mencapai di atas 200.000. Jumlah suara itu hanya untuk DPRD Provinsi Kalsel. Jika ditambah dengan suara para Habib lain yang terpilih di parlemen kota dan kabupaten di seluruh Kalsel, bisa jadi suara mereka mencapai lebih dari 1 juta suara.
Berdasarkan data perolehan suara dan tren yang sedang berlangsung, mau tak mau ketika perhelatan politik seperti Pilkada Kalsel 2020 menjelang, daya tawar politik para Habib meningkat dan tak bisa dinafikkan.
Jika para kandidat yang maju di Pilkada Kalsel menafikkan posisi tawar para Habib, itu sama saja dengan ‘bunuh diri’.
Akhirnya tak ada pilihan lain bagi partai-partai politik selain mengusung para Habib untuk bertarung di Pilkada. Kalau pun partai-partai tak mengusung Habib pada posisi Gubernur, maka bisa jadi wajib hukumnya menempatkan mereka sebagai calon Wakil Gubernur.
Pilihan Habib sebagai calon Gubernur mungkin masih jauh panggang dari api karena tentu akan berhubungan dengan sumber ekonomi (modal) yang hingga kini masih dikuasai kelompok tertentu di luar para Habib.
Yang menarik jika dalam kontestasi politik Kalsel, Habib yang ikut maju berjumlah lebih dari satu orang, maka selain pertarungan kian seru, juga akan muncul Habib dari klan mana yang lebih kuat dan menerima dukungan luas dari khalayak Kalsel.
Atau, jika calon Habib lebih dari satu, maka sengaja atau tidak, publik “terpaksa” memertimbangkan rekam jejak masing-masing Habib sebelum menentukan pilihan.
Jika ini yang terjadi, ada harapan budaya politik Kalsel tanpa sengaja naik peringkat. Dari parokial subject menjadi budaya politik partisipan. Itu jelas akan meningkatkan kualitas demokrasi di Kalsel.
Karena publik tak lagi hanya “tersandera” pada ikatan-ikatan tradisional seperti kharisma, hubungan darah, kedudukan sosial dan agama sang calon saat memberikan suara. Tapi sudah melihat apa yang sudah dilakukan para Habib untuk Banua dan masyarakatnya.
Mengamati pergerakan para sosok yang akan maju di Pilkada Kalsel 2020, sepertinya konfigurasi kelompok akan bergerak setengah dinamis. Secara sederhana, para petarung Pilkada Kalsel 2020 bisa dibagi dalam empat kelompok yang merujuk pada fenomena politik yang mirip dengan Pilkada lima tahun silam.
Kelompok pertama, diwakili sosok yang didukung finansial kuat dari para saudagar dan juragan pertambangan.
Ditambah sosok yang mewakili identitas Kebanjaran. Kelompok kedua, tetap bertumpu pada saudagar dan juragan pertambangan ditambah sosok yang mewakili identitas keagamaan (Habib misalnya).
Baca: OTT Bupati Kudus, KPK Menduga Juga Terjadi Suap Sebelum-sebelumnya Terkait Pengisian Jabatan
Baca: Kandungan Gizi dan Manfaat Semangka Kuning dan Merah Berbeda, Ternyata Baik Bagi Penderita Diabetes
Kelompok ketiga, sosok yang mewakili identitas Kebanjaran dan kalangan dari kawasan pesisir Kalsel yang didukung para juragan pertambangan. Kelompok keempat adalah para penggembira dan petualang politik yang tak perlu menang Pilkada namun mampu meningkatkan posisi tawar dan panen raya keuntungan ekonomi dari pencalonan mereka.
Walau kelompok pengusung dan pemain ini tak banyak berubah dari masa ke masa, tapi jika para Habib yang terlibat dalam Pilkada Kalsel 2020 itu menang, maka hal itu menjadi semacam alarm bagi kelompok nasionalis. Bahwa ternyata, sampul agama dalam politik di Kalsel masih lah sangat kental adanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/aditya-mufti-ariffin-dan-ar-iwansyah.jpg)