BPost Cetak

Buah Jeruk Siam Banjar Mengecil, Hama Juga Resahkan Petani Astambul

Panen Jeruk Siam Banjar tak sebaik sebelumnya. Selain jumlah, ukuran buahnya kurang besar dan kadar air pun kurang sehingga memengaruhi cita rasa.

Buah Jeruk Siam Banjar Mengecil, Hama Juga Resahkan Petani Astambul
BPost Cetak
BPost Edisi Minggu (28/7/2019) 

MARTAPURA, BPOST - Tak hanya petani jagung di Kabupaten Tanahlaut yang resah oleh serangan hama. Kegundahan juga melanda petani jeruk di Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar sejak sekitar dua pekan silam.

Memang saat ini banyak pedagang jeruk mangkal di tepi Jalan A Yani seiring tibanya musim panen. Namun menurut sejumlah petani, panen Jeruk Siam Banjar tak sebaik sebelumnya. Selain jumlah, ukuran buahnya kurang besar dan kadar air pun kurang sehingga memengaruhi cita rasa.

Penurunan kualitas jeruk itu disebabkan serangan hama dan penyakit. Selain itu panasnya cuaca selama beberapa pekan ini kian memperburuk fase generatif tanaman jeruk.

“Musim panen jeruk kali ini memang kurang bagus. Saya masih berusaha untuk mengatasi adanya serangan hama penyakit,” ucap Amat, petani jeruk di Astambul, Sabtu (27/7).

Senada diutarakan petani jeruk lainnya, Najamudin. “Hama kupu-kupu putih dan penyakit batang yang saat ini menyerang tanaman kami,” katanya.

Warga Desa Sungaialat, Astambul, yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar dan Gapoktan Lok Atap ini mengatakan cukup sulit mengatasi hama tersebut. Terlebih tanaman kekurangan air akibat panasnya cuaca.

Ia manuturkan dari dua hektare kebun jeruknya, sebagiannya telah terserang hama penyakit. “Kalau kurangnya kadar air pada buah jeruk, ya pasti dampak cuaca panas,” sebutnya.

Baca: Hadapi Kemarau, Wadir Politeknik Negeri Tanahlaut : Perlu Pompa Air

Baca: Bupati Kudus Reunian di Penjara, Tamzil Bisa Dituntut Hukuman Mati

Baca: Tujuh Mahasiswa Asing Belajar Bikin Sasirangan, Sa’ad Senang Bisa Ikut Menjelujur

Baca: Si Palui : Kada Ba-H

Dikatakannya, meski saat ini musim panen, harga tidak mengalami penurunan. Itu karena hasil panen tidak banyak. Selain itu jeruk Siam Banjar memiliki rasa dan aroma yang khas.

Apakah ada bantuan dari pemerintah? “Kami belum ada dibantu. Kalau bisa sih dibantu pompa air agar kami bisa melakukan penyiraman supaya buahnya tidak kurang air juga,” harap Najamudin.

Masalah yang dihadapi petani jeruk di Desa Sungaialat, Astambul, mendapat perhatian penyuluh pertanian lapangan (PPL) setempat. “Kerusakan tanaman jeruk di Astambul disebabkan organisme pengganggu tanaman yakni penyakit diplodia,” terang Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Astambul Marhadiansyah, kemarin.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved