Berita Kaltim

Pulang dari Rumah Kekasih, Murhum Lompat dari Jembatan Mahkota II Samarinda, Ini Diduga Penyebabnya

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (4/8/2019) siang tadi sekitar pukul 15.00 Wita, di jembatan sisi Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Pulang dari Rumah Kekasih, Murhum Lompat dari Jembatan Mahkota II Samarinda, Ini Diduga Penyebabnya
TRIBUN KALTIM / DOAN PARDEDE
ILUSTRASI - Sebuah dudukan di jembatan pendekat Mahkota II di sisi Sungai Kapih, Senin (31/8/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Aksi seorang pemuda nekat melompat dari jembatan Mahkota II Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, usai terlibat pertengkaran dengan kekasihnya, membuat teman-temanya kaget.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (4/8/2019) siang tadi sekitar pukul 15.00 Wita, di jembatan sisi Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban atas nama Murhum alias Reski alias Balak, yang sehari-hari tinggal di kost temannya, Jalan Trikora, Simpang Pasir, Kota Samarinda.

Dari keterangan yang dihimpun, korban memutuskan untuk terjun dari jembatan Mahkota II ke sungai Mahakam, dengan ketinggian mencapai 15 meter itu disebabkan karena permasalahan asmara.

Sebelum terjun bebas ke Sungai Mahakam, korban bersama teman-temanya baru saja mengembalikan baju ke kekasihnya yang tinggal di kawasan Samarinda Seberang.

Baca: Aurellia, Paskibraka yang Tewas Dihukum Senior, Push Up Cincin, Salin Diary Hingga Makan Kulit Jeruk

Baju itu dikembalikan sebagai tanda kekecewaan, kendati baju itu merupakan pemberian dari kekasih korban. Namun sebelum pengembalian baju itu dilakukan, sekitar pukul 14.30 Wita korban telah lebih dahulu ada di rumah kekasihnya.

Seorang teman korban sempat melihat korban menampar kekasihnya. Setelah itu, kekasih korban mengatakan ingin fokus bersekolah, hal itulah yang diduga menyebabkan korban nekat melompat.

"Saya sempat lihat dia (korban) nampar ceweknya. Setelah itu kami kembali ke kost," ucap Dimas (16) salah seorang teman korban, Minggu (4/8/2019).

Di kost yang disewa oleh Rosul (22) itulah, korban dan teman-temannya minum-minuman keras, mulai dari miras botolan hingga tradisional jenis tuak.

Saat itu, sejumlah teman korban tampak memanas manasin korban untuk kembali mendatangi kekasihnya. Hal itulah yang membuat korban kembali datang ke rumah kekasihnya guna mengembalikan baju tersebut.

Baca: Jangan Anggap Remeh Fenomena Negatif Berpacaran, Liha: Perlunya Pengetahuan Seks Pra Nikah

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved