Tajuk

Melayani Tamu Allah

Secara umum, beragam layanan kepada jemaah haji Indonesia yang disorot yaitu layanan bimbingan ibadah, layanan kedatangan dan keberangkatan dll.

Melayani Tamu Allah
TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI
Petugas Haji dan Jamaah Haji melakukan salat berjamaah di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jeddah, Arab Saudi, Rabu (10/7/2019). Sebanyak 370 Petugas Haji Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sejak Selasa 9 Juli 2019 untuk melayani segala kebutuhan Jamaah Haji asal Indonesia. TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BERITA utama koran ini pada edisi Jumat, 2 Agustus 2019 kemarin mengejutkan banyak orang. Betapa tidak, disebutkan puluhan orang calon jemaah haji plus terancam gagal berangkat ke Tanah Suci, Makkah.

Namun setelah dilakukan pertemuan yang didampingi Kemenag (Kementerian Agama) dan Polda Kalsel, pihak pengelola travel menjanjikan paling lambat Rabu lusa, jemaah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji. Mereka mengatakan telah terjadi miskomunikasi sehingga peristiwa tersebut terjadi.

Sementara itu, sekitar sebulan terakhir, jemaah dari berbagai daerah secara bergiliran masuk ke asrama di wilayah penerbangan haji atau embarkasi masing-masing. Mereka segera terbang ke Tanah Suci.

Tentu ini kegembiraan bagi mereka yang berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima. Apalagi proses menunggu antrean untuk bisa mendapat kursi haji pun sangatlah lama. Di Kalsel sendiri, daftar tunggu mencapai puluhan tahun. Perlu ekstra kesabaran.

Kuota per tahun untuk haji reguler sebanyak 204.000 orang, sementara pendaftar mencapai kisaran 600.000 orang. Rata-rata biaya haji yang dikeluarkan mereka Rp 35,2 juta/orang.

Yang selalu selalu menjadi perhatian adalah berkait pelayanan. Pemerintah yang berperan dalam penyelenggaraan ibadah haji dituntut melakukan perbaikan pelayanan. Satu di antaranya adalah pembagian maktab yang berdasarkan zonasi wilayah. Ini berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan keloter.

Kendala yang seringkali dialami jemaah seperti nyasar, ketinggalan bus, atau lupa maktabnya, diharapkan bisa diantisipasi dengan cara itu . Seandainya ada jemaah yang nyasar, ia tinggal bilang embarkasinya untuk bisa langsung diantar ke Jarwal atau zonasi wilayah pemondokan.

Secara umum, beragam layanan kepada jemaah haji Indonesia yang disorot yaitu layanan bimbingan ibadah, layanan kedatangan dan keberangkatan, layanan akomodasi, layanan konsumsi, layanan transportasi, layanan kesehatan, layanan perlindungan dan pengawasan layanan PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) yang memberangkatkan jemaah haji plus.

Melalui akun Twitter @Kemenag_RI, Kemenag menginformasikan penyelenggaraan ibadah haji, tidak hanya dipantau oleh pihak eksternal akan tetapi juga dipantau oleh tim internal, yakni Inspektorat Jenderal.

Pemantauan oleh tim Itjen ini bertujuan memastikan pelayanan haji di Arab Saudi dilaksanakan sesuai dengan rencana sesuai ketentuan yang berlaku.

Adanya jaminan pengawasan ini, idealnya dan harapannya bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan muaranya pada kemudahan dan kenyamanan yang dirasakan jemaah haji. Yang tak kalah penting adalah akses informasi terbaru. Keluarga jemaah haji yang ada di Indonesia tentunya terus menunggu perkembangan informasi teranyar. Kemudahan akses informasi dari berbagai kanal harus kian mudah didapatkan.

Tentu kita berharap, semua proses penyelenggaraan haji berjalan lancar dan aman sehingga para tamu Allah bisa melaksanakan ibadah haji secara khusyuk dan keluarga pun tenang. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved