Berita Kalteng

Belum Ada Jembatan Penyeberangan, Warga Seranau Sulit Bangun Rumah Permanen

Ribuan warga yang tinggal di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih menggunakan perahu penyeberangan

Belum Ada Jembatan Penyeberangan, Warga Seranau Sulit Bangun Rumah Permanen
tribunkalteng.co/fathurahman
Dermaga Penyeberangan, dan Kapal Feri Penyeberangan menuju Kelurahan Mentaya, Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim, Kalteng. 

BANJARMASINPOST CO.ID, SAMPIT - Ribuan warga yang tinggal di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, masih menggunakan perahu penyeberangan atau kapal feri, untuk bepergian ke Kota Sampit.

Pantauan di Dermaga Penyeberangan samping Pelabuhan Sampit, puluhan warga Kecamatan Seranau usai berurusan dan membeli barang di Kota Sampit pulang ke rumahnya di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau.

Sebelumnya warga Seberang ini, menunggu antrean untuk naik ke dermaga termasuk menempatkan sepeda motor ke atas kapal feri penyeberangan, dengan membayar uang Rp 5000 perorang kepada motoris.

Motoris Kapal Feri Penyeberangan, Fani, mengatakan, hanya ada satu kapal feri penyeberangan yang melayani warga seberang tersebut.

Baca: Penolakan Ariel NOAH Saat Disinggung Ikuti Hijrahnya Uki, Mantan Luna Maya Sebut Alasan

Baca: Aktivitas Puput Nastiti Devi Selain Temani BTP Diungkap, Ramai Veronica Tan FC Komentari Istri Ahok

Baca: Sang Pacar Bunuh Diri karena Tak Bisa Menolong Kekasihnya Berusia 19 Diperkosa 5 Pria & Keguguran

Warga yang ingin menyeberang harus antre naik kapal feri.

"Kami melayani sejak subuh hingga malam hari untuk warga mentaya seberang ini," ujarnya.

Sementara itu, Ilham, salah satu warga seberang, mendambakan pembangunan jembatan penyeberangan yang telah lama diwacanakan, agar warga seberang mudah melaksanakan pembangunan rumah secara permanen atau beton dan jalan-jalan di Seranau dibangun beraspal tidak lagi hanya jalan titian ulin seperti sekarang.

"Selama ini kami kesulitan membangun rumah secara permanen, karena jalan darat belum tembus dan belum dibangun secara permanen ke seberang, untuk membangun rumah permanen sangat mahal, makanya kami di seberang kebanyakan hanya membangun rumah berbahan kayu, karena lebih murah," ujarnya.

Terpisah Bupati Kotim, H Supian Hadi, mengatakan, pihaknya terus berupaya merealisasikan pembangunan jembatan tersebut, dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Pusat.

"Kami terus upayakan pembangunan jembatan tersebut," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved