BPost Cetak

Penjual Gorengan Serang Polsek Wonokromo

Dua anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, terluka akibat tebasan senjata tajam seorang pria saat bertugas di kantornya, Sabtu (17/8/2019)

Penjual Gorengan Serang Polsek Wonokromo
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Minggu (18/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua anggota Polsek Wonokromo, Surabaya, terluka akibat tebasan senjata tajam seorang pria saat bertugas di kantornya, Sabtu (17/8/2019) sekitar pukul 16.45 WIB. Aiptu Agus Sumartono menderita luka di tangan, pipi sebelah kanan dan kepala sebelah belakang. Sedangkan Briptu Febian mendapat luka lebam di wajah.

Agus dilarikan ke UGD RS Bhayangkara. Sedangkan pelaku dibawa Densus Polda Jatim setelah dilumpuhkan petugas dengan tembakan. “Pelaku kami lumpuhkan dan diperiksa oleh Datasemen Khusus Polda Jatim,” kata Kapolrestabes Surabaya Sandi Nugroho.

Sandi mengatakan polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti celurit, pisau panjang, ketapel dan air soft gun.

Saat ini Polsek Wonokromo steril. Pintu depan polsek ditutup dan dijaga. Polisi bersenjata bersenjata lengkap terlihat berdiri di depan dan areal polsek.

Baca: Rayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Usia 90 Tahun, Nini Iruh Terharu Ikut Upacara

Baca: Hujan Panas Jaga Papan Skor di Stadion Demang Lehman, Ternyata Segini Honor Arsyad Sekali Main

Baca: Ibu Kota Baru

Baca: Driver Ojol Ini Bikin Melanie Subono Ingat Perbuatannya 23 Silam, Ternyata Lakukan Ini

Sandi memaparkan pelaku awalnya berpura-pura melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wonokromo. Saat berada di ruang SPKT, pelaku justru melompat dan menyerang petugas.

Sandi mengatakan pelaku berinsial IM. Dari informasi yang dihimpun, IM merupakan Imam Mustofa (31), yang lahir di Sumenep, 15 Juli 1988.

Imam tinggal di sebuah tempat indekos di Jalan Sidosermo VI Gang 1 Nomor 10A Wonokromo Surabaya. Dia tinggal bersama seorang istri dan dua anak. Sehari-hari, Imam bekerja sebagai penjual jajanan sempol, sementara istrinya berjualan makaroni.

Baca: Tak Ada Anggaran Beli Mobil, Begini Cerita Buick 8 Bisa Jadi Mobil Kepresidenan Pertama Soekarno

Baca: Luca Modric Diusir Wasit, Real Madrid Pesta Gol di Markas Celta Vigo, Skor Akhir 3-1

Polisi menggeledah rumahnya sekitar pukul 17.50 WIB. “Sudah ada orang di sini jaga-jaga. Sekitar pukul 19.00 WIB, habis isya polisi minta saya jadi saksi,” kata Ketua RT 3 Sidosermo , Ainun Arif.

Ainun mengatakan dari rumah itu polisi membawa laptop, kertas dan handphone. “Istrinya Fatimah sama tiga anaknya dibawa. Dua laki-laki satu perempuan,” kata dia.

Menurut Ainun, Imam sudah lima tahun tinggal di kamar kos berpagar hitam tersebut. Imam dikenal dengan nama Ali yang sehari-hari sebagai penjual sempol. (surya)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved