Berita Jakarta

Pansel KPK Enggan Jawab Soal Adanya Capim KPK yang Diduga Terima Gratifikasi tetapi Diloloskan

Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi KPK sudah menerima hasil penelusuran KPK mengenai calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diduga bermasalah.

Pansel KPK Enggan Jawab Soal Adanya Capim KPK yang Diduga Terima Gratifikasi tetapi Diloloskan
Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Anggota Pansel KPK dari kiri ke kanan Supra Wimbarti, M.SC, Ph.D, Dr. Yenti Garnasih, SH, MH, Dr. Diani Sadiawati, SH, LLM, Ir. Betti S Alisjabana, MBA,Destry Damayanti, M.Sc, Dr Enny Nurbaningsih, SH, Natalia Subagyo, M.Sc, Prof. Dr. Harkrituti Haskrisnowo, SH, LLM, Meuthia Ganie-Rochman, Ph.D berofto bersama usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (25/5/2015).

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA — Anggota Panitia Selaksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK Harkristuti Harkrisnowo enggan menjawab soal adanya capim KPK bermasalah yang tetap diloloskan.

Dilansir dari Kompas.com, Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sudah menerima hasil penelusuran KPK mengenai calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diduga bermasalah.

"Sudah diterima," ujar anggota Pansel Capim KPK, Harkristuti Harkrisnowo, kepada Kompas.com, Sabtu (24/8/2019).

Harkristuti mengatakan, Pansel Capim KPK sudah mempertimbangkan masukan dari berbagai lembaga dan masyarakat terkait rekam jejak capim KPK yang lolos dari tahap profile assessment.

"Pansel sudah mempertimbangkan semua masukan dari berbagai lembaga dan masyarakat. Wawancara juga akan dimanfaatkan untuk klarifikasi rekam jejak," papar dia. 

Ketika ditanya alasan pansel meloloskan capim yang diduga bermasalah, Harkristuti enggan menjawab.

Baca: Baru 27 Capim KPK Laporkan Harta Kekayaan, Koalisi: Tak Ada Maksud Jatuhkan Capim dan Pansel KPK

Kompas.com sudah berupaya menghubungi sejumlah anggota Pansel KPK lain, tetapi belum mendapatkan jawaban. 

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, KPK masih menemukan calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diduga bermasalah, tetapi lolos profile assessment.

Padahal, kata Febri, pihaknya sudah menyampaikan hasil penelusuran rekam jejak 40 peserta profile assessment ke Pansel Capim KPK.

"Misalnya, terkait ketidakpatuhan dalam pelaporan LHKPN, kemudian dugaan penerimaan gratifikasi. Jadi, kami menerima informasi adanya dugaan penerimaan gratifikasi terhadap yang bersangkutan," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/8/2019) malam.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved