Jendela

Tren Hijrah dan Sejarah

Mengapa kita sering lupa pada tahun baru hijriah? Mungkin karena kita selalu mengikuti penanggalan masehi (terutama tanggal menerima gaji).

Editor: Eka Dinayanti
istimewa/mujiburrahman
Profesor Dr H Mujiburrahman MA Rektor UIN Antasari 

Oleh : MUJIBURRAHMAN
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mengapa kita sering lupa pada tahun baru hijriah? Mungkin karena kita selalu mengikuti penanggalan masehi (terutama tanggal menerima gaji).

Dalam alam pikiran kita, penanggalan hijriah lebih dimaknai secara keagamaan ketimbang duniawi, sehingga kita baru mengingatnya untuk perayaan hari-hari besar Islam, Ramadan, Idulfitri dan Iduladha.

Karena itu, tidak terdengar adanya ‘pesta’ tahun baru hijriah.

Mungkin, nuansa keagamaan tahun hijriah itu pula yang membuat pemaknaan hijrah di kalangan anak-anak muda zaman now lebih mengarah kepada pengalaman keagamaan pribadi ketimbang peristiwa kemasyarakatan yang amat penting dalam sejarah Islam.

Ketika disebut “dia sudah hijrah” maknanya adalah, dia sudah berubah dari tidak atau kurang taat pada agama kepada taat. Dia sudah bertaubat.

Istilah ‘hijrah’ sebagai ungkapan perubahan keagamaan yang bersifat pribadi tersebut tampaknya makin populer karena digaungkan oleh para ustadz muda yang sering viral di media sosial, dan diperkuat oleh siaran infotainment yang menampilkan para artis yang dianggap sudah berhijrah.

Jika dia perempuan, dia memakai jilbab.

Jika dia lelaki, mungkin memakai baju koko dan/atau berjenggot.

Sesederhana itukah? Ya, karena itu yang tampak di mata.

Adapun yang lebih jauh seperti pengetahuan, pengamalan dan penghayatan keagamaan lainnya memang belum tentu.

Namun, secara keagamaan, ini adalah langkah awal yang baik.

Hanya saja, karena ‘saleh mendadak’, orang bisa dengan cepat berubah pula.

Yang sudah berjilbab, kembali melepas.

Yang sudah mulai rajin salat, kembali meninggalkannya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved