BPost Cetak

Indonesia Vs Malaysia, Pertaruhan Kebanggaan Negara

Timnas Indonesia bakal menjalani ujian perdana di turnamen resmi FIFA bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia tersebut.

Indonesia Vs Malaysia, Pertaruhan Kebanggaan Negara
BPost Cetak
BPost Edisi Kamis (5/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Timnas Indonesia melakoni laga perdana dengan menjamu Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Bukan sekadar laga biasa, tapi banyak pertaruhan di dalamnya termasuk kebanggaan kedua negara.

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, pun bakal menjalani ujian perdana di turnamen resmi FIFA bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2020 Zona Asia tersebut.

Indonesia berada di grup G bersama dengan Malaysia, Thailand, Vietnam dan Uni Emirate Arab.

“Sebenarnya, saya tidak berharap lawan Malaysia di laga pertama,” kata Simon dalam konferensi pers jelang laga, Rabu (4/9/2019).

Baca: Dian Sastro Tularkan Kebiasaan Membaca Pada Anak, Ini 7 Tokoh Sukses di Dunia yang Hobi Membaca

Baca: Sukses Gundala Putra Petir, Ini 11 Film Indonesia yang Menyusul Tayang September 2019

Baca: Blokir 29 Kabupaten Dibuka, Rabu Tengah Malam Warga Papua dan Papua Barat Sudah Bisa Akses Internet

Baca: Tetap Cantik Setelah 19 Tahun Menjanda, Ini Rahasia Penampilan Memukau Rita Sugiarto Diusia 52 Tahun

Bukan karena gentar, Simon justru ingin bertemu dengan tim-tim kuat lainnya di luar Asia Tenggara agar pemainnya bisa mendapatkan kualitas pertandingan yang bagus.

Meski demikian, menghadapi Malaysia, menurutnya, bukan sekadar laga biasa. “Pengalaman mereka tidak banyak, tapi laga nanti menguji mental dan motivasi pemain,” kata Simon.

“Besok tidak hanya memperebutkan poin dan menang-kalah tapi ada pertaruhan kebanggaan negara. Banyak sekali sejarah antara Indonesia-Malaysia,” sambungnya.

Menjelang laga Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia sudah ditempa dengan beberapa kali pemusatan latihan baik di luar dan dalam negeri. Tak hanya segi kualitas pemain dan formasi, Simon menyiapkan mental timnya.

“Kami sudah mempersiapkan mental lebih dari dua minggu dan yang terpenting adalah fokus. Mungkin saja nanti ada rasa gugup. Tapi yang paling penting kami sudah siap. Kami harus fokus dalam bertahan dan menyerang hingga 95 menit,” katanya.

Di luar pertandingan, Simon meminta suporter Indonesia membangkitkan mental pemain dengan cara memenuhi stadion. Bahkan, ia sempat mengingat keriuhan stadion ketika ia melatih Filipina dan menghadapi Indonesia pada laga semifinal Piala AFF 2010.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved