Berita Banjarbaru
Delay 4 Jam dari Jakarta, Wakapolri : Harus Ada Terobosan Gandeng Petani Agar Tak Bakar Lahan
Jadwal kedatangan Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H ke Kalsel tertunda karena kabut asap
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H melakukan asistensi dan supervisi terkait Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel, Rabu (11/9/2019).
Tapi jadwal kedatangannya terpaksa tertunda karena pesawat reguler yang dia tumpangi dari Jakarta mengalami delay empat jam karena kabut asap.
"Saya memang pagi harusnya. Jam lima saya sudah ada di Bandara Soekarno Hatta, delay empat jam karena laporan di bandara Syamsudin Noor jarak pandang hanya 100 meter sehingga pesawat tidak mungkin bisa Mendarat. Karena itu kejadian itu kehadirannya mundur dari Jakarta, " kata Wakapolri.
Tapi, Wakapolri tidak menuduh siapa yang tidak bekerja maksimal di Kalsel namun mengapresiasi petugas yang sudah bekerja maksimal.
Dirinya setelah patroli menggunakan heli patroli yang disediakan malah mengapresiasi petugas Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalsel.
Baca: Heli Water Bombing Mendarat Darurat di Cempaka, Polisi dan TNI Sterilkan Lokasi, Ini Kata Kapolsek
Baca: Karhutla Jadi Perhatian Utama, Ini Pesan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono di Posko Karhutla Banjarbaru
Baca: Kabut Asap Mulai Selimuti Banjarmasin, Penjualan Masker Alami Peningkatan
Baca: Kalsel Diminta Memperkaya Data Sejarah Kejadian Bumi pada Geopark Nasional Meratus
"Saya berterimakasih kepada tim karhutla di Kalsel yang sudah berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan dan membantu menangani kebakaran hutan dan lahan, ini pasti berkat kerjasama tim termasuk BNPB dan BPBD serta relawan pemadam," tandas Wakapolri.
Dirinya juga melihat, dengan peralatan sederhana ditambah jumlah luasan Kalsel dan tidak sebanding dengan jumlah personil memang tidak bisa seluruhnya ditangani kebakaran yang ada karena memang tidak sebanding.
"Jadi yang bisa dilakukan mencegah agar tidak sampai ke rumah penduduk dan sejenisnyam Saya melihat tadi setelah melakukan pemantauan. melalui udara. Asap yang ada di sekitar Bandara itu ada sebagian wilayah jauh yang terlihat jejak api itu ada di sekitar wilayah sendiri. Liang gang, Sublngai Tabuk plaihari. Dan semua itu adalah bukan hutan namun lahan termasuk lahan pertanian," kata Waka Polri.
Memang, ambungnya, BNPB dengan water boombingnya itu pun juga tidak signifikan jika yang terbakar sebanyak itu.
"Karena itu menurut saya kedepan perlu kita tingkatkan pencegahan dari Dinas pertanian. Karena sesuai yang kita lihat yang terbakar itu adalah lebih kepada lahan masyarakat yang bertani.
Bagiamana menyadarkan masyarakat kita turun temurun bertani tersebut tidak membuka lahan dengan cara membakar usai memanen padi," kata Wakapolri.
Jika dia bandingkan dengan Provinsi lain untuk hari ini hampir sama kebakaran hutan dal lahannya, Tertinggi itu Sumatra Riau, Sumatra Selatan, Pontianak dan Kalteng, Untuk Kalsel ini hampir banyak spot. Namun spot belum tentu api.
"Tapi kalau api dari lahan kebun masyarakat tanah masyarakat. Bagaimana untuk menyadarkan mereka. Karena saya pernah tugas disini, tahun 1985 dari dulu juga ada asap karena pertanian," tandasnya.
Penegakan hukum pasti ada supaya ada efek jera, dan Polda Kalsel laporannya sudah ada lima, empat yang ditahan.
"Meski tersangkanya sudah tua kasihan. Kalau memang ada aturannya harus diproses ya diproses," kata dia.
Saat Disinggung soal kooporasi secara keseluruhan memang ada. Semisal di Sumatera hanya kadang kadang kooporasi ini terkena itu bukan terbukti langsung hanya kena imbas.