BPost Cetak

Kabut Asap Semakin Pekat, Hujan Buatan Belum Bisa Dilakukan

BPBD untuk meminta hujan buatan untuk wilayah Kalsel ke BNPB seiring dengan semakin meluasnya karhutla di Kalsel

Kabut Asap Semakin Pekat, Hujan Buatan Belum Bisa Dilakukan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Pemantaun aksi Heli water bombing memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jalan Martapura Lama yang menghubungkan Kota Martapura dan Sungaitabuk sejak sepekan terakhir tak nyaman lagi dilintasi. Terutama saat pagi dan malam. Kabut asap pekat melingkupi wilayah ini.

“Kabut asapnya pekat. Bahkan terasa kian menebal saja. Pagi tadi terparah, gak tahu besok gimana,” ucap Akhmad Busyiri, Jumat (13/9).

Kepala SDN Penggalaman 2, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, ini menuturkan jarak pandang di sepanjang Jalan Martapura Lama cuma sekitar 50 meter.

“Sudah sangat tak nyaman kondisinya. Sangat mengganggu pernapasan, mata perih dan sangat membahayakan pengguna jalan,” sebutnya.

Baca: Lapor Polisi Saat Foto Tanpa Busananya Viral, Terkuak Cewek Asal Ngawi Ini Dijanjikan Gaji Rp4 Juta

Baca: Detik-detik Seorang Ibu Selamatkan Diri Saat Mobil Rush Tertabrak Kereta Api Tegal Bahari

Baca: Kisahnya Viral, Demi Kembalikan Dompet yang Terjatuh, Pria Ini Rela Kayuh Ontel 24 Jam Solo-Pasuruan

Baca: Sepele Hanya Karena ini, Putra Elvy Sukaesih Bawa Samurai dan Lempar Kaca Pedagang Kelontong

Para pelajar pun sebagian juga ada yang tiap pagi menapaki Jalan Martapuralama.

“Untungnya di lingkungan sekolah saya kabut asapnya masih tak terlalu tebal. Sejauh ini anak-anak (58 murid) masih bisa belajar secara lancar,” sebut Busyiri.

Seiring dengan memuncaknya musim kemarau, kebakaran hutan dan lahan makin meluas. Lokasi air pun kian sulit ditemukan oleh satgas darat karena sudah kering.

Oleh karena itu ada usulan dari BPBD untuk meminta hujan buatan untuk wilayah Kalsel ke BNPB.

“Ya kami sudah Usulkan untuk hujan buatan ke BNPB tapi disetujui atau tidak itu nanti terserah BNPB,” tandas kepala BPBD Kalsel Wahyuddin.

Adapun Marsda TNI Purn Bonar Hutagaol selaku tim ahli BNPB, Jumat (13/9), membenarkan BPBD sudah mengusulkan hujan buatan tersebut, namun perlu diingat memungkinkan tidak untuk dibuat. “Kemarin sudah koordinasi dengan BMKG dan memang secara teorinya jika tidak awan maka hujan buatan tidak bisa dilakukan. Ya ok lah BNPB akan bantu tabur garam tapi awalnya yang mau dibentuk ada gak. Ya itu dia kan,” kata dia.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved