Opini Publik
Energi Modern vs Kuno
Energi merupakan salah satu sumber utama yang mempengaruhi kehidupan manusia, tanpa energi tidak dapat dibayangkan bagaimana proses
Oleh: SYAIFUL MANSYUR ST MSc, Dosen Teknik Industri, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
BANJARMASINPOST.CO.ID - Energi merupakan salah satu sumber utama yang mempengaruhi kehidupan manusia, tanpa energi tidak dapat dibayangkan bagaimana proses ekonomi dapat berjalan. Bagaimana pola penggunaan energi di 2019 kita? Penggunaan energi di Indonesia merupakan salah satu yang kompleks, apabila kita mengamati bentuk penyaluran enegi tersebut.
Salah satunya adalah energi untuk memasak, gas LPG 3 kg bersubdisi saat ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke atas karena harganya yang murah untuk membuat dapur terus mengepul namun tetap irit. Sungguh memprihatinkan, seharusnya gas LPG 3 kg ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Guna memastikan gas LPG bersubsidi tepat sasaran, pemerintah sebenarnya mulai memainkan kembali perannya. Pemerintah mencoba melakukan pendistribusian tertutup untuk gas bersubsidi. Gas tersebut diberikan secara langsung kepada yang berhak dengan menggunakan kartu atau tanda penerima gas bersubsidi. Lantas, apakah skema ini masih mengalami kendala? Tentu saja, karena masyarakat yang mendapat kartu tersebut biasanya menjual lagi gas yang dibelinya dengan harga lebih tinggi.
Fakta lainnya, kartu yang dibagikan pun banyak teridentifikasi tidak tepat sasaran, karena banyak pihak-pihak yang seharusnya tidak mendapatkannya.
Konsumsi energi rumah tangga pada tahun 2016 (Handbook of Energy & Economic Statistic of Indonesia, 2017) pada jenis minyak tanah mencapai 505.259 kiloliter dan LPG 6,37 juta ton. Bagaimana dengan posisi penggunaan briket, arang atau kayu bakar yang termasuk salah satu jenis biomassa? Biomassa memiliki kapasitas volume penggunaan 114.546 ribu ton, ini sangat kecil dibandingkan dengan kapasitas penggunaan bahan bakar fosil.
Padahal biomassa sangat melimpah produksinya dan dapat diperoleh dimana saja misalnya dari sekam atau jerami dari tanaman padi, serbuk kayu yang dapat diperoleh dari hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Biomassa merupakan potensi energi yang tidak akan pernah habis.
Menurut penelitian yang dilakukan pada Journal of Energy and Environmental Studies dengan judul “Multiple Regression Analysis on Influence Factors of Household Cooking Fuels in Indonesia”, ditemukan bahwa penggunaan LPG di Indonesia paling banyak digunakan di pulau Jawa dan Bali dengan total 20.173 Rumah Tangga. Sedangkan untuk penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar memasak paling banyak digunakan di Papua yang memiliki luas hutan dan perairan sebesar 37.124 meter per segi. Sehingga penggunaan kayu bakar dan gas LPG berpengaruh terhadap jumlah luas hutan dan perairan.
Energi primer yang saat ini dibutuhkan terbagi menjadi dua jenis, proses energi yang menghasilkan panas dan proses energi yang menghasilkan lisrik. Energi yang menghasilkan panas dapat diperoleh dari pembakaran suatu objek yang memang memiliki sifat-sifat senyawa organik dengan ketentuan ada elemen-elemen pendukung terjadinya pembakaran tersebut (segitiga api: panas, bahan bakar dan oksigen).
Panas juga terjadi karena adanya gesekan antara dua benda yang saling berkaitan. Sedangkan listrik diperoleh dari proses konversi energi, misalnya konversi dari panas matahari menjadi listrik atau angin/bayu menjadi listrik. Indonesia memiliki sumber energi utama dari fosil, dan saat ini hanya sekitar 16 persen yang berasal dari energi terbarukan seperti biomassa.
Kapasitas energi fosil yang diolah di negara ini tidak sebanding dengan penggunaan energi itu sendiri, baik itu untuk transportasi, listrik industri maupun sebagai bahan bakar memasak oleh masyarakat.
Banyaknya industri yang menggunakan gas sebagai bahan utama produksinya harus gulung tikar karena terkendala biaya produksi yang tinggi. Hal ini berimbas pada pemerintah yang kehilangan sumber pendapatan dari pajak, serta terjadinya pengangguran akibat PHK. Apa yang terjadi sebenarnya? Ternyata, salah satunya berkaitan dengan kebiasaaan.
Penggunaan energi yang tidak diukur pemakaiannya secara benar akan mengakibatkan energi yang digunakan akan terbuang sia-sia. Cara menggunakan energi berkaitan langsung dengan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.
Kebiasaan ini diturunkan dari karakter dan karakter merupakan bentuk lain dari budaya yang diturunkan turun temurun. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dua dekade yang lalu, di saat harga bahan bakar masih murah, pengukuran atas penggunaan bahan bakar tidak pernah dilakukan, sehingga menjadi kebiasaan sampai saat ini. Pada 2002, saat pemerintah melakukan subtitusi minyak tanah ke gas LPG, ada kepanikan dimasyarakat yang takut dan khawatir karena adanya kabar simpang siur mengenai gas LPG yang sewaktu-waktu bisa meledak.
Namun hal ini harus dipaksakan, subtitusi dari minyak tanah ke gas LPG tidak dapat dihindari karena minyak tanah merupakan salah satu produk turunan dari minyak bumi yang berasal dari energi fosil yang kini terbatas jumlah produksinya. Hal ini tentu memberatkan pemerintah untuk melakukan subsidi atas bahan bakar tersebut. Saat ini harga minyak tanah per 1 liter hampir setara dengan harga 2 liter premium bersubsidi. Saat program pemerintah mengenai gas LPG sudah berjalan hampir 20 tahun, program pemerintah selanjutnya adalah subtitusi gas LPG ke gas kota. Namum saat ini gas kota masih sangat terbatas penggunaannya dan hanya meliputi kota-kota besar.
Sudah tahukah bahwa komposisi subsidi di APBN 2018 untuk gas LPG 3kg sebesar 24 persen atau sekitar 37.559,5 milliar rupiah? Dengan subsidi yang besar itu, harapannya adalah semua masyarakat miskin dapat meninkmati gas bersubsidi ini. Namun karena tidak tepat sasaran dan kebiasaan penggunaan bahan bakar gas LPG yang tidak terukur, pada akhirnya membuat masyarakat khawatir akan kelangkaan penyaluran LPG bersubsidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pertamina-mor-vi-kalimantan-siapkan-penambahan-stok-lpg-3-kg.jpg)