Berita Banjarbaru

Hujan Guyur Kalimantan Selatan, Status Bencana Karhutla Turun Jadi Siaga Karhutla

Status darurat Karhutla pun diturunkan menjadi siaga Karhutla setelah sebelumnya sempat naik menjadi tanggap darurat, oleh Pemprov Kalsel

Hujan Guyur Kalimantan Selatan, Status Bencana Karhutla Turun Jadi Siaga Karhutla
Dari BPBD Kalsel untuk BPost
Satgas Gabungan Karhutla tetap stanby menghadapi Karhutla, meski cuaca sudah sebagian turun hujan, Senin (7/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalsel membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat mengepung Kalsel seketika reda.

Status darurat Karhutla pun diturunkan menjadi siaga Karhutla setelah sebelumnya sempat naik menjadi tanggap darurat, oleh Pemprov Kalsel, sejak Senin (7/10/2019) ini.

Kepala Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, membenarkannya, dimana statusnya dikembalikan ke Siaga Karhutla.

"Karena tingginya kejadian Karhutla yang berdampak kabut asap, pada 23 September lalu pemprov menaikkan status siaga menjadi darurat selama 14 hari. Statusnya dikembalikan ke siaga. Sesuai jadwal status siaga akan berakhir hingga 31 Oktober,” tandas Wahyuddin.

Dia bercerita, bahwa sempat dinaikkan ke tanggap itu karena berdasar Hasil pengujian indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kawasan Bandara Syamsuddin Noor di tanggal tersebut menunjukkan hasil parameter partikel udara di angka 262, atau sangat tidak sehat. Normalnya partikel udara adalah di angka 0-100.

Baca: NEWSVIDEO : Disapu Angin Kencang, Atap Teras PAUD Terpadu Darunnajah Martapura Ambruk

Baca: Pastikan Pelsus Batubara Tak Kapalkan Batubara Illegal, KPK Sidak Pelsus PT Talenta Bumi

Baca: Tak Tahan Dicabuli Ayah Kandung Hingga Hamil, Gadis Remaja Ini Kabur dan Lapor ke Polisi

Baca: Kejutan Syahrini untuk Sahabat Luna Maya Disorot, Bantah Isu Ayu Dewi Musuhan dengan Istri Reino?

Selain itu, tiga daerah yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan sudah menetapkan status darurat Karhutla lebih dini. Atas dasar itulah pemprov kala itu menaikkan status dari siaga ke darurat Karhutla.

Nah, soal alasan diturunkannya status darurat Karhutla adalah sudah mulai turunnya hujan hampir di semua daerah.

“Titik api juga sudah jauh berkurang seiring hujan mulai mengguyur,” tandas Wahyuddin.

Meski status diturunkan, namun Damkar swasta tetap dilibatkan. Akan tetapi jumlahnya hanya 20 unit.

“Tetap dilibatkan. Tetapi jumlahnya dikurangi,” lontarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved