Berita Kalteng

Dua Truk Berisi Ratusan Karung Daun Kratom Bakal Lolos, BNN Kalteng Sebut Belum Ada Dasar Hukumnya

ratusan karung daun kratom yang dilakukan oleh Polres Palangkaraya Senin (14/10/2019) malam bakal tidak bisa diproses secara hukum oleh polisi.

Dua Truk Berisi Ratusan Karung Daun Kratom Bakal Lolos, BNN Kalteng Sebut Belum Ada Dasar Hukumnya
Dari Polres Palangkaraya untuk BPost
Ratusan karung daun kratom yang diamankan polisi saat melintas di Jalan Kawasan Bundaran Besar Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA -  Penangkapan terhadap dua truk berisi ratusan karung daun kratom yang dilakukan oleh Polres Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (14/10/2019) malam bakal tidak bisa diproses secara hukum oleh polisi.

Betapa tidak, meskipun daun kratom yang beredar atau yang diamankan tersebut untuk penggunaanya, bisa mengakibatkan efek sama dengan narkoba, tetapi sampai saat ini, ternyata belum ada dasar hukum yang menyatakan daun tersebut masuk jenis narkoba dan dilarang beredarnya.

Ini diungkapkan, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng AKBP I Made Kariada menanggapi, penangkapan dua truk berisi ratusan karung daun kratom yang dibawa dari Kutai Kartanegara Kaltim menuju Pontianak Kalbar yang tertangkap saat melintas di Budaran Besar Palangkaraya, Senin (14/10/2019) malam.

Menurut Made, daun kratom yang saat ini lagi ramai-ramainya menjadi pembicaraan banyak kalangan, dan masih marak diekspor keluar negeri, karena tumbuhan tersebut, bisa dengan mudah di dapatkan di tanah Kalimantan,  meski mengandung jenis narkotika kelas satu.

Baca: NEWSVIDEO : Penyelamat Maskot Kalsel Raih Penghargaan Internasional

Baca: Pilbub Pilwabub Kalsel 2020, Rosehan dan Gusti Iskandar Kembalikan Berkas Cawabub ke Golkar

Baca: Hasil Pemeriksaan Inspektorat, Dana Desa 2018 Desa Bongkang Ada Tak Dapat Dipertanggungjawabkan

Baca: Ratusan Karung Daun Kratom yang Diamankan Polisi Palangkaraya Ternyata Hendak Dikirim ke Pontianak

Ternyata, hingga saat ini, tanaman jenis tersebut, belum masuk dalam tanaman yang dilarang, karena belum tertulis dalam undang-undang di Negara Kesatuan Republik Indonsia."Efek Daun kratom itu ,memang sama saja dengan penggunaan narkoba, tapi belum masuk dalam undang-undang kita," ujarnya.

Dua truk berisi daun kratom diamankan polisi saat melintas di Bundaran Besar Palangkaraya, Senin (14/10/2019).
Dua truk berisi daun kratom diamankan polisi saat melintas di Bundaran Besar Palangkaraya, Senin (14/10/2019). (Dari Polres Palangkaraya untuk BPost)

Made mengakui, pihaknya (BNN) sudah pernah melakukan pengujian di laboratorium untuk membuktikan apakah tanaman tersebut mengandung narkoba.Dan ternyata benar,  hasil uji laboratorium, tanaman Kratom, memang mengandung narkotika kelas satu," ujarnya.

Yang jadi masalah untuk proses hukumnya, dalam undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, tanaman jenis kratom tersebut belum tercantum."Dasar hukum kita melakukan penyelidikan belum ada,” ujar Made lagi. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved