Berita Banjarbaru

Tindaklanjuti Kematian Ribuan Ikan, DKP kalsel Ambil Sampel dan Imbau Petani Ikan Lakukan Ini

Menyikapi matinya ribuan ikan mati baik di Karangintan maupun di Banjarmasin, DKP Kalsel akan turun mengambil sampel dan membawanya ke laboratorium.

Tindaklanjuti Kematian Ribuan Ikan, DKP kalsel Ambil Sampel dan Imbau Petani Ikan Lakukan Ini
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Ribuan ikan mati semakin meluas di Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kematian ikan kini merembet hingga ke beberapa desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ribuan ikan yang mati di perairan Subgai Riam Kanan juga menjadi perhatian serius oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) Kalsel. Dalam waktu tidak lama DKP akan mengambil sampel ribuan ikan yang mati di jala apung.

"Untuk Daerah Kabupaten Banjar dan Banjarmasin untuk kita adakan uji laboratorium. Nanti akan ambil sampel dan lakukan uji lab. Mudah-mudahan dalam minggu ini bisa terlaksana," kata Kepala DKP Kalsel, Syaiful Azhari, Kamis (17/10/2019).

Selain uji laboratorium, Suaiful Azhari, mengatakan juga akan memberikan Surat himbauan ke DKP Kabupaten kota.

Dijelaskan Syaiful Azhari DKP Provinsi hanya bisa menghimbau kepada seluruh petani pembudidaya di Kabupaten banjar dan Banjarmasin agar melakukan pengurangan kepadatan penebaran ikan di karamba.

Baca: Iqbal Serahkan Berkas ke Golkar, Putra Bupati Banjar Akui Dijinkan dan Direstui Posisi Cawabup

Baca: BERLANGSUNG! Link Live Streaming Mola TV Timnas Indonesia U-19 vs China di www.mola.tv, Live TVRI

Baca: Jelang Pelantikan Jokowi, Kapolres Tanbu Ingin Tanbu Kondusif, Lakukan Ini ke Masyarakat

Baca: Keluhkan Bau Menyengat dari Tumpukan Batu Bara Terbakar, Warga Bongkang Tabalong Surati Dinas LH

Selain itu juga pola pemberikan pakan ikan jangan terlalu yang menyebabkan pakan ikan berlebih menjadi racun.

Sebab, lanjutnya, kondisi kemarau seperti ini dimana air sungai mulai surut kadar oksigen semakin sedikit. Jadi ikan sulit bernapas.

Hairi Dani, seorang pengelola budidaya Ikan Nila Keramba jaring Apung (KJA) sangat lesu.

Baca: Cegah Praktik Rentenir, TPAKD Kalteng Gelar Business Matching

Baca: Presenter Insert Nadia Mulya Siap Sapa Pecinta Buku di Banjarmasin, Simak Tanggal Kehadirannya

Baca: Digeledah Polisi, Pasutri Alalak Tengah Banjarmasin ini Kedapatan Simpan Sabu di Pelataran Rumah

Penyebabnya, petani ikan jalan Apung di Awang Bangkal itu mengaku rugi banyak karena ikan di jala apungnya sudah ribuan yang mati.

"Kalau seperti ini saya bisa gulung tikar mas," tandasnya seraya membersihkan kolam dari ikan nila yang sudah membusuk dan mengapung. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved