Opini Publik

Tidak Sekadar Mencetak Wirausaha Baru

Niat dan upaya Wali Kota Banjarmasin, Bapak H. Ibnu Sina untuk mengangkat harkat dan martabat wirausaha sekelas pengusaha mikro

Heldawati untuk Banjarmasinpost.co.id
Heldawati, salah satu pelaku UMKM. 

Oleh: Titien Agustina, Dosen di STIMI Banjarmasin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Niat dan upaya Wali Kota Banjarmasin, Bapak H. Ibnu Sina untuk mengangkat harkat dan martabat wirausaha sekelas pengusaha mikro dan kecil (Wira Usaha Baru = WUB) menjadi pengusaha menengah, sangat mulia. Langkah yang dilakukan akan mencetak sebanyak 2500 orang WUB selama kurun 5 tahun kepemimpinan.

Hingga awal 2019, sudah berhasil memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan sebanyak 1881 orang WUB, kemudian melibatkan dalam berbagai even yang bertajuk ekonomi, pariwisata, dan pembangunan lainnya secara keseluruhan. Sehingga setiap kali ada ekspo maupun pameran dan bazar di sekitar Kota Banjarmasin dan sekitarnya, akan diramaikan oleh berbagai hasil produksi dan olahan kelompok WUB ini.

Model pembinaan melalui workshop dan pelatihan kepada ibu rumah tangga, penggerak ekonomi kreatif, pemuda putus sekolah, komunitas generasi muda lainnya, maupun pelaku industri rumah tangga, sudah dilakukan sejak tahun 2016 oleh 7 (tujuh) SKPD terkait. Yaitu Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga kerja, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat, dan Dinas Sosial.

Melalui workshop dan pelatihan dengan berbagai macam tajuk, seperti pelatihan produksi pembuatan sasirangan, pelatihan pengemasan, workshop e-commers, workshop marketing digital, pelatihan industri kue kering, kue basah, kuliner lainnya, pelatihan pengurusan P-IRT, pelatihan perpajakan, dan lain-lain yang intinya memberikan penambahan pengetahuan, wawasan dan keterampilan wirausaha dalam menjalankan usahanya.

Internal SDM

Pengusaha mikro adalah satu di antara produsen di sekitar masyarakat yang mampu memberikan kontribusinya dalam bentuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Itu juga akan berdampak pada pembangunan. Oleh karenanya kehadiran pengusaha mikro dan kecil menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan bersama masyarakat..

Keberadaan pengusaha mikro dan kecil selain menjadi penyelamat ekonomi masyarakat saat resesi, juga menjadi solusi dalam perekonomian bangsa. Kontribusinya pada pembangunan tidak bisa diabaikan. Apalagi lingkungan perkotaan seperti Banjarmasin yang akan menuju Kota Pariwisata, tentu sangat membutuhkan kehadiran kelompok kreatif dan inovatif yang kebanyakan adalah juga berasal dari pengusaha mikro dan kecil ini.

Keberadaan pengusaha mikro dan kecil ini juga menjadi bagian dari proses pembangunan masyarakat dan kota. Khususnya dengan kemampuan manajemen yang masih seadanya, kemampuan produksi yang terbatas, kemampuan jangkauan pemasaran yang belum luas, dan masih banyak kendala pada internal Sumber Daya Manusia (SDM) penggeraknya yang belum memiliki kepercayaan diri yang baik untuk bersaing dan masuk dalam pasar modern. Dengan mendapat bantuan pembinaan dari pemerintah kota, diharapkan mereka bisa lebih maju dan berkembang lagi.

Semua persoalan itu menyangkut faktor internal SDM penggerak ekonomi tersebut. Bila faktor eksternal menentukan dan ikut mempengaruhi kemajuan dan keberhasilan seorang wirausaha, maka peranan faktor internal akan lebih lagi. Pada diri setiap orang, ada fokus kendali yang akan sangat menentukan cara berespon seseorang terhadap sesuatu.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved