Suara Rekan

Gono Gini

KABINET Indonesia Maju yang merupakan kelanjutan Kabinet Kerja jilid I dan diumumkan Presiden Joko Widodo Rabu (23/10) adalah kabinet unik

Gono Gini
dokbpost
H Pramono BS

Oleh: Pramono BS

BANJARMASINPOST.CO.ID - KABINET Indonesia Maju yang merupakan kelanjutan Kabinet Kerja jilid I dan diumumkan Presiden Joko Widodo Rabu (23/10) adalah kabinet unik untuk sebuah negara demokrasi. Kawan dan lawan semua dirangkul. Tapi yang lebih istimewa pengusaha muda berusia 30-40 an tahun bertaburan mengisi lowongan menteri dan wakil menteri.

Dengan visi memajukan bangsa, Jokowi meninggalkan kebiasaan lama, keluar dari pakem dan membuat terobosan dalam memilih menteri. Ia menunjuk menteri yang tidak hanya cakap tapi juga dianggap mampu menerjemahkan apa yang menjadi misi presiden, yaitu orang yang bisa berfikir ke depan karena kehidupan akan dikuasai oleh teknologi yang terus berkembang.

Ada dua kelompok menteri yang menduduki kabinet, profesional dan dari parpol. Tak usah takut dengan parpol karena banyak orang pandai yang kini merapat ke parpol. Betapa pun parpol adalah jembatan emas untuk meraih kedudukan yang tinggi.

Dari profesional Jokowi membuat kejutan dengan menempatkan Nadiem Makarim, bos Gojek yang berusia 34 tahun untuk menjadi Menteri Pendidikan. Kini Pendidikan Tinggi dikembalikan ke Kemdikbud, sebelumnya digabung ke Kementerian Riset dan Teknologi. Selama ini Kemdikbud selalu menjadi bahan kritik akibat berganti-gantinya kurikulum sehinga ada guyonan ganti menteri ganti kebijakan. Perguruan Tinggi menjamur lulusannya jadi penganggur.

Kini tantangan itu diberikan kepada anak muda yang aktivitasnya tidak pernah bersinggungan dengan dunia pendidikan. Tapi Jokowi justru percaya karena Nadiem Makarim dinilai visioner.

Masih ingat awal-awal lahirnya Gojek? Saat itu banyak orang menilai kehadirannya hanya bikin macet jalanan. Menteri Perhubungan Ignatius Jonan bahkan mengeluarkan larangan sepeda motor menjadi sarana angkutan umum. Tapi Jokowi membatalkan larangan itu dan Jonan dipecat. Ternyata Jokowi sudah lebih dulu berfikir ke depan, Gojek dibutuhkan masyarakat. Kini bahkan sudah go internasional ke beberapa negara setelah merambah ke seluruh pelosok negeri.

Jokowi juga mengangkat profesional muda Eric Tohir (mantan Ketua Tim Pemenangan Jokowi/Ma’ruf) sebagai Menteri BUMN dan Wishnutama seorang pengusaha media sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dua orang ini menjadikan Asian Games sangat spektakuler dan mendunia.

Wakil menteri juga ada yang berusia 30-an, Jerry Sambuaga (34, Golkar) sebagai Wamen Perdagangan dan Angela Herliani (32), putri Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, sebagai Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

***

Di sisi lain Jokowi mengisi pos Kementerian Agama dengan orang yang sangat senior, yakni mantan Wakil Panglima ABRI semasa rezim Orde Baru, Jenderal (Pur) Fachrul Razi (72). Jokowi mendobrak kebiasaan yang selama ini mempercayakan Kemenag pada NU. Kini orang NU menjadi wakil Menag. Alasan Jokowi mengangkat Fachrul Razi agar dengan pengalamannya bisa mengatasi radikalisme dan intoleransi berbasis agama yang mengancam persatuan bangsa.

Yang paling ditangisi banyak orang adalah “hilangnya” nama Susi Pujiastuti dari kabinet. Selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan ia sangat tegas, 558 kapal pencuri ikan ditenggelamkan. Kini Jokowi mengangkat Edy Prabowo, (Gerindra) sebagai pengganti Susi.

Presiden juga mengangkat Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, sahabat karib yang kemudian menjadi lawan dalam dua kali pilpres untuk menjadi Menteri Pertahanan. Banyak orang kaget, tapi dari pertemuan Prabowo dan Megawati beberapa waktu lalu sebenarnya arah kabinet Jokowi bisa ditebak.

Dari 34 kursi menteri 17 untuk parpol. Yang bisa nembus ke DPR, Nasdem, PKB Golkar masing-masing dapat 3 kursi, PPP 1 dan PDIP 5 kursi. Dua kursi untuk Gerindra. Beberapa parpol masih ditambah lagi kursi wakil menteri. Yang tidak bisa tembus ke Senayan juga dapat wakil menteri, pokoknya partai-partai cukup basahlah.

Jokowi berusaha untuk tidak mengecewakan pengusung tapi juga membuat terobosan untuk menjamin visi misinya tercapai. Yang penting jangan anggap kabinet harta gono-gini yang sudah ada jatah pemiliknya. Siapa pun boleh dapat bagian asal mampu (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved