Berita Kesehatan
Obat AIDS Belum Ditemukan, 7 Tanaman Asli Indonesia Ini Dilirik, Kunyit sampai Jambu Biji
Hingga kini HIV/AIDS belum ditemukan obatnya. Banyak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai obat HIV/AIDS.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hingga kini HIV/AIDS belum ditemukan obatnya. Penelitian pun, terus dilakukan untuk menemukan obat dari penyakit yang menyerang kekebalan tubuh penderitanya tersebut.
Banyak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai obat HIV/AIDS. Sayangnya, belum diuji skrining hingga menjadi obat yang diakui.
"Justru skrining terhadap tanaman herbal tropis anti-HIV banyak dilakukan negara-negara maju seperti AS atau Eropa," kata pakar biomedik Suprapto Ma’at di Jakarta, Rabu (2/12/2019) seperti dikutip dari Intisari Online.
Suprapto mengatakan skrining itu diawali dengan penentuan sitotoksisitas ekstrak terhadap kultur sel yang telah diinveksi HIV, hingga skrining terhadap fraksi ekstrak tanaman untuk diketahui mana yang memiliki aktivitas mantap sebagai anti-HIV.
• Hari AIDS se Dunia: 20 Tahun Lalu Didi Mirhad Berani Mengungkapkan Penyakitnya ini
• Jaka Kini Berjuang sebagai Relawan, Banjarmasin Tertinggi Kasus HIV/AIDS
• Anak Ini Dikurung Hingga Meninggal, Gara-gara Orangtua Malu Si Buah Hati Terjangkit HIV/AIDS
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mencontohkan 7 tanaman di Indonesia yang berpotensi menjadi obat HIV/AID
1. Kunyit.
Dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.
2. Lidah Buaya
Acemannan yang merupakan polisakarida asetilasi dari lidah buaya (aloe vera) yang diteliti laboratorium di AS dan di Kanada, ternyata bersifat antitumor, imunostimulan, dan antiviral.
Bahan kimia dalam lidah buaya yang disebut acemannan dapat diminum bagi penderita HIV/AIDS.
Data dari Obafemi Awolowo University, Nigeria menunjukkan bahwa konsumsi lidah buaya mungkin dapat membantu sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi HIV di daerah tropis, mengingat ketersediaan dan tidak mahal.
3. Sambiloto
Diterpenoid lakton yang terdapat pada sambiloto (andrographis paniculata) dapat menghambat pertumbuhan virus HIV-1 maupun virus HIV-2 dan dipatenkan di Universitas Bastyr dengan nama AndroVir.
4.Meniran
Penelitian terhadap akstrak meniran (phyllanthus niruri) bekerja sebagai anti-viral dan imunostimulator (perangsang imunitas) pada penderita HIV/AIDS.
5. Mengkudu
Ekstrak buah mengkudu (morinda citrifolia) telah dipatenkan sejumlah peneliti di negara maju sebagai antiinfeksi dan antikanker.
6. Bratawali
Ekstrak Bratawali (tinospora cordifolia) mampu menurunkan gejala yang terjadi pada infeksi HIV seperti mual, muntah, anoreksia dan lemah.
7. Jambu Biji
Ekstrak jambu biji (psidium guajava) sebagai penghambat virus HIV dan meringankan efek samping penderita HIV, seperti diare.
Agar peneliti Indonesia bisa lebih aktif melakukan pencarian obat anti-HIV dari berbagai tanaman asli tropis, perlu dibangun laboratorium khusus virus dan laboratorium kultur sel, meski lab ini membutuhkan investasi sangat besar.