Opini Publik

Pendidikan Akademik Vs Vokasi

Tidak lama lagi siswa SMA/Sederajat akan menghadapi Ujian Nasional (UN) yang menentukan kelulusannya. Bisa jadi ini adalah UN terakhir karena

Pendidikan Akademik Vs Vokasi
ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF
Ilustrasi: Siswa SMA Darul Ulum I Uggulan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Rejoso, Kecamata Peterogan, Jombang, Jawa Timur, Senin (1/4/2019). UNBK di Jombang diikuti 9.351 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 10.029 siswa Madrasah Aliyah (MA) selama 1,2,4 dan 8 April 2019. 

Oleh: ANTON KUSWOYO, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi POLITALA

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak lama lagi siswa SMA/Sederajat akan menghadapi Ujian Nasional (UN) yang menentukan kelulusannya. Bisa jadi ini adalah UN terakhir karena kabarnya tahun 2021 UN bakal dihapus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Biasanya setelah lulus, mereka dihadapkan pada banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Selain harus memilih jurusan, juga harus menentukan kuliah di perguruan tinggi (PT) kategori pendidikan vokasi (politeknik dan akademi) atau PT kategori pendidikan akademik (universitas, insitut, dan sekolah tinggi).

Secara keseluruhan, jumlah PT kategori pendidikan akademik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan PT kategori pendidikan vokasi. Berdasarkan data dari laman resmi Kementerian Ristekdikti tahun 2019, jumlah PT akademik sebanyak 2.141 sedangkan PT vokasi sebanyak 1.128 (www.ristekdikti.go.id).

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi pasal 15 bahwa yang disebut pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan pada pasal 16 disebutkan bahwa pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.

Jadi secara garis besar bahwa pendidikan akademik mengarah pada pengembangan Iptek sedangkan pendidikan vokasi lebih mengarah pada keterampilan bekerja sesuai keahlian terapan tertentu. Dilihat dari bobot kurikulumnya juga beda yang mana pendidikan akademik memiliki komposisi kurikulum 60 persen teori dan 40 persen praktik. Sedangkan pendidikan vokasi sebaliknya, 40 persen teori dan 60 persen praktik. Hal ini mirip seperti halnya antara SMA dengan SMK.

Nah, sebelum menentukan kuliah di PT kategori pendidikan akademik atau vokasi, ada baiknya kita melihat peluang kariernya terlebih dahulu. Karena bagaimanapun juga salah satu tujuan utama kuliah agar setelah lulus mendapat pekerjaan dan penghasilan yang layak.

Jumlah pendidikan akademik dua kali lipat daripada vokasi. Artinya tiap tahun lulusan sarjana dua kali lipat daripada lulusan diploma/sarjana terapan. Mayoritas lulusan PT di Indonesia adalah tipe pencari kerja (job seeker) bukan pencipta lapangan kerja (job creator). Celakanya jumlah lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah lulusan PT yang kian tahun makin banyak. Baik itu lowongan PNS/ASN, BUMN, maupun perusahaan swasta.

Akibatnya tentu anda tahu sendiri, angka pengangguran sarjana makin tahun kian meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 bahwa pengangguran lulusan universitas (sarjana) naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ada dua kemungkinan mengapa pengangguran sarjana justru meningkat signifikan. Pertama kualifikasi sarjana lulusan PT kategori akademik tidak sesuai dengan yang diinginkan pasar, dalam hal ini pasarnya adalah perusahaan/industri. Ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja ini bisa dikarenakan kurikulum pendidikan yang belum diperbaharui menyesuaikan perkembangan zaman. Idealnya kurikulum dilakukan perombakan (curriculum revamp) dengan melibatkan dunia industri tiap 3-5 tahun sekali dan dievaluasi tiap akhir tahun. Hal ini karena perkembangan dunia indutri sangat cepat, sehingga jangan sampai ilmu yang dipelajari selama kuliah jauh ketinggalan dengan perkembangan dunia industri.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved