Wisata Kuliner Bawah Jembatan

Destinasi Wisata Kuliner Jukung Julak, Ikan Lais dan Pipih Favorit Pengunjung

Kota Banjarmasin terkenal dijuluki Kota Seribu Sungai. Sungai sendiri digunakan masyarakat sekitar untuk sumber kehidupan dan transportasi.

Destinasi Wisata Kuliner Jukung Julak, Ikan Lais dan Pipih Favorit Pengunjung
banjarmasinpost.co.id/mariana
Destinasi wisata kuliner Warung Jukung Julak di kawasan bawah jembatan Banua Anyar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin terkenal dijuluki Kota Seribu Sungai. Sungai sendiri digunakan masyarakat sekitar untuk sumber kehidupan dan transportasi.

Selain itu, sungai berperan pula membuat Banjarmasin menjadi kota perdagangan. Banyak pedagang memanfaatkan sungai sebagai wadah berjualan.

Di Kawasan Banua Anyar Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin misalnya, tepatnya di bawah jembatan banyak terdapat spot kuliner yang bisa dikunjungi. Deretan rumah makan di sepanjang bawah jembatan berbatasan langsung dengan sungai.

Pengusaha rumah makan memanfaatkan spot bawah jembatan untuk mengais pundi rupiah. Kawasan ini pun menjadi satu destinasi kuliner bagi masyarakat Banua.

Berada di Satu Kawasan, Disdik Banjarmasin Regrouping SDN Teluk Dalam 9 dan 10, Dijadwalkan Juli

Lokasi Tes dan Jadwal Tes SKD CPNS 2020, Sulkan Sebut Idham Chalid, Ini Alasannya

Pelabuhan Swarangan Dioperasikan, Bupati Sukamta Ungkap Banyak Pelaku Usaha Minta Pekerjaan

Kesombongan Rafathar buat Nagita Slavina Bereaksi, Raffi Ahmad Lakukan Ini

Perjalanan menuju kawasan bawah jembatan memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Siring Nol Km.

Di antaranya ada Warung Jukung Julak, di warung makan ini tersedia berbagai macam masakan khas Banjar, dari yang bebakaran, goreng, dan diberi bumbu kuning.

"Yang favorit pengunjung yaitu ikan khas Banjar, lais bakar, dan pipih bumbu kuning. Untuk harga selalu berubah-ubah tergantung harga beli dari nelayan setiap harinya, untuk lais dan pipih ini biasanya seharga Rp 30.000-40.000 per ekor," jelasnya.

Tersedia menu lainnya, yakni nila, patin, peda, ayam, udang. Semua ikan-ikan langsung dibeli dan berlangganan dengan nelayan tapi harganya sama dengan harga di pasar.

Tersedia pula sayur khas Banjar yang biasa disebut gangan, ada gangan keladi, gangan asam, gangan bening, gangan belamak, dan sayur lainnya.

Wisata kuliner Warung Jukung Julak
Wisata kuliner Warung Jukung Julak (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Selain makanan berat, di Warung Jukung Julak juga tersedia makanan ringan yakni kue khas Banjar. Kue khas Banjar tersebut yakni lempeng, bingka, dan putu mayang. Setiap hari lempeng selalu dibikin, sedangkan bingka dan putu mayang opsional.

Dijelaskan, harga lempeng Rp 10.000 per porsi, untuk satu loyang penuh bingka dibanderol Rp 40.000, sedangkan per potong seharga Rp 8.000.

Puas Bacok Istri Dengan Mandau di Palingkau Lama, Pria Ini Kabur Tinggalkan Wanita Ini Penuh Luka

Kumpulan 57 Kata-kata Mutiara dan Ucapan Selamat Imlek 2020 Sambut Tahun Baru China 2571

Owner Warung Jukung Julak, Hj Maserah (busana hitam) turut bantu layani pembeli. Mariana.
Owner Warung Jukung Julak, Hj Maserah (busana hitam) turut bantu layani pembeli. Mariana. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

"Sebagai warga negara yang baik harus taat pajak, Alhamdulillah bisa membayar kewajiban tersebut. Dalam sebulan bisa laku 80 kg atau sekitar 105 ekor ikan dan Omzet yang terkumpul setiap bulannya kisaran Rp 100-200 juta," kata dia.

Selain bayar cash, pengunjung bisa membayar makanan melalui mesin EDC dan scan m-banking dari BSM dan BRI.

"Anak-anak yang lulus sekolah di sekitar bawah jembatan, daripada mereka keluyuran kami rekrut sebagai karyawan untuk membantu mereka, sebagian keuntunvan juga dialokasikan untuk panti asuhan," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved