Suara Rekan

Kota Peradaban

IBU kota baru RI yang berlokasi di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara (Kalimantan Timur), sudah terbayang keindahannya

Kota Peradaban
dokbpost
H Pramono BS

Oleh: Pramono BS

BANJARMASINPOST.CO.ID - IBU kota baru RI yang berlokasi di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara (Kalimantan Timur), sudah terbayang keindahannya. Kota akan memiliki penataan yang jelas, ada ruang publik, ada hutan sebagai penyangga lingkungan yang sehat, lingkungan ditata, bekas-bekas galian tambang yang menganga bagai danau ditutup (reklamasi). Penduduk tentu akan diatur agar tidak “meledak” seperti kota-kota besar lain. Sudah bisa dibayangkan betapa cantiknya ibu kota baru nanti.

Kota-kota besar di Indonesia yang kini menjadi ibu kota provinsi semuanya peninggalan Belanda, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin dan beberapa yang lain. Dari semua itu memang tidak ada yang mencerminkan sebagai kota modern. Problemnya sama, penduduk padat, peruntukan lahan tidak terkontrol, macet, banjir dll. Ujung-ujungnya pelayanan masyarakat kurang. Hanya Surabaya yang nampak lain, banjir pun hanya hitungan jam sudah surut, jalan-jalan mulus, taman indah ada di kiri kanan jalan.

Kesungguhan pemerintah untuk membuat ibu kota baru yang indah bagai kota besar dunia terlihat dari masuknya Putera Mahkota Kerajaan Uni Emirat Sheikh Mohammed bin Zayed, CEO Soft Bank Corp Masayoshi Son (Jepang) dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai pengarah.

Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) adalah contoh kota “baru” yang didesain sebagai kota modern. Presiden Joko Widodo pernah bercerita, ketika Indonesia sudah mulai naik mobil Toyota kijang kotak (tahun 1970 an-Red), di Emirat Arab orang pergi antara Dubai dan Abu Dhabi masih naik onta. Sekarang Dubai-Abu Dhabi yang berjarak sekitar 150 kilometer bisa dilalui secepat kilat. Mobil tidak terasa melaju kencang. Penataan kotanya apik. Pemandangan itu tentu Jokowi lihat lagi ketika berkunjung ke sana tempo hari. Dia pun minta Putera Mahkota jadi Ketua Dewan Pengarah pembangunan ibukota RI yang baru.

Banjarmasin Post edisi Minggu (26/1/2020).
Banjarmasin Post edisi Minggu (26/1/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Jokowi juga ingin ibu kota baru nanti menjadi kota berkelanjutan. Apa maksudnya? Mungkin kota itu jangan terus mandek, penduduk bertambah, aktivitas bertambah tapi daya dukungnya berhenti sehingga muncul banyak persoalan di kemudian hari.

Kita jadi ingat Kalimantan Selatan yang dulu rimbun oleh hutan belantara, kini gundul karena penebangan hutan, bopeng-bopeng oleh galian tambang yang tidak dipulihkan. Banjarmasin yang seharusnya menjadi simbol keseimbangan lingkungan malah lebih gersang. Jarang menemukan pohon besar di pinggir jalan.

***

Karena itu di ibu kota yang baru nanti pemerintah akan menjadikannya sebagai “laboratorium” perkotaan. Hutan yang rusak akan diperbaiki, lubang-lubang bekas galian tambang akan diurug, semua kendaraan bermotor umum atau pribadi hanya yang bertenaga listrik yang boleh masuk agar tidak menimbulkan polusi sehingga akan menjadi kota yang ramah lingkungan.

Kalau tidak ditata sejak awal nanti bisa seperti Jakarta. Di ibukota yang baru hutan yang rusak akan diperbaiki, di Jakarta taman hutan kota malah dirusak, 200 pohon di sekitar Monas ditebang dengan alasan untuk revitalisasi Monas agar bisa menampung lebih banyak orang, sedang izin dari Sekretariat Negara sebagai penguasa nya belum ada.

Apa yang dilakukan Pemerintah DKI mengundang pertanyaan banyak orang. Buat apa membuat arena untuk menampung sebanyak-banyaknya orang. Yang paling banyak biasanya hanya saat kampanye dan itu sudah dibuktikan bisa diakomodir oleh lapangan-lapangan yang ada.

Rencananya tahun 2024 ibu kota baru sudah pindah. Semua aparat sipil negara dari kantor pusat di Jakarta harus sudah siap di sana. Sebuah peradaban baru, dengan sistem, pola dan kultur yang baru akan dimulai. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved