BPost Cetak
Virus Corona Mewabah, Waspadai Kemunculan Flu Burung
Belum lagi kasus penyebaran virus corona selesai, di Cina muncul lagi kasus flu burung atau virus H5N1 di Provinsi Hunan.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Belum lagi kasus penyebaran virus corona selesai, di Cina muncul lagi kasus flu burung atau virus H5N1 di Provinsi Hunan.
Dari 7.850 ayam di sebuah peternakan di Distrik Shuangqing Kota Shaoyang, 4.500 ekor mati mendadak.
Tanpa meninggalkan kewaspadaan terhadap corona, flu burung sepertinya harus lebih diwaspadai oleh Kalimantan Selatan dan juga daerah-daerah lain di Indonesia.
Mengapa demikian? Ada banyak alasan yang bisa dipakai. Pertama, saat ini kasus corona belum ditemukan di Indonesia. Sedangkan virus flu burung sudah sering terjadi di negeri ini termasuk di Kalimantan Selatan.
• Sosok Gus Sholah, Integritas NU dan Persatuan Bangsa
• Masker Yuni Shara demi Tangkal Virus Corona Disorot, Saingi Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina?
• Tiba di Balangan Kalsel, Mahasiswa Perguruan Tinggi di China Ini Langsung Jalani Tes Medis
• 100 Komputer Ludes Terbakar, UNBK MAN 1 HST Terancam
Sejak beberapa tahun lalu, flu burung kerap menewaskan unggas di Kalimantan Selatan. Ini terjadi di banyak kabupaten.
Serangan flu burung terhadap ternak ayam dan itik setidaknya dibuktikan oleh Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional V Banjarbaru melalui hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang terjadi pada awal 2014.
Melihat apa yang terjadi di Cina, ada kemungkinan virus flu burung yang ‘bersembunyi’ kembali muncul. Apalagi jika penanganan selama ini tidak tuntas. Belum lagi lalu lintas antarnegara baik itu manusia, hewan dan barang kini semakin massif.
Memang kasus corona terasa lebih menggelegar. Hampir seluruh dunia mewaspadainya, bahkan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasinya.
Belum pernah terjadi pemerintah Indonesia mengirim pesawat untuk mengevakuasi warga dari tempat penyebaran virus.
Padahal flu burung dan virus SARS tak kalah mematikan dengan corona. Bahkan kali ini, pemerintah menempatkan 238 warga negara Indonesia (WNI) dari Kota Wuhan Provinsi Hubei di Natuna untuk diobservasi.
• Nyinyiran Nikita Mirzani ke Musuh-musuhnya Pasca Bebas soal KDRT ke Dipo Latief, Nyai Bilang Ini
• Penampakan Kuburan Lina, Mantan Istri Sule Kini, Ulah Feni Rose di Makam Ibu Rizky Febian Ditegur!
• Akhirnya Aurel & Atta Halilintar Go Public, Putri Krisdayanti & Anang Hermansyah Siap Jadi istri?
Tanpa mengalihkan perhatian terhadap mereka, melihat jumlah korban flu burung baik manusia maupun hewan, pemerintah Indonesia harus kembali mewaspadainya. Ini sebenarnya tidak sulit karena pemerintah Indonesia sudah memiliki pengalaman menghadapinya.
Jangan sampai hanya karena baru muncul dan kurang sorotan, penanganan terhadap flu burung lambat mendapat perhatian. Pemerintah daerah harus memelopori antisipasi terhadap flu burung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/new-tajuk-harian_20161013_003519.jpg)