Berita Banjarmasin
VIDEO Jelang PON di Papua, Latihan Tim Dayung Kalimantan Selatan Pakai Ban Dalam Bekas
Pagi-pagi sekali, M Faisal sudah berada di sebuah tanah kosong samping dermaga Sungai Awang Sultan Adam Banjarmasin.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
"Kalau menarik ban wajib 25 kali, sedangkan pull up sekitar 150 kali," tambah dia.
Minimnya peralatan membuat para atlet harus bergantian, apalagi peralatan yang digunakan sangat sederhana buatan sendiri.
Begitu juga dengan peralatan dayung yang hingga saat ini masih belum ada yang baru.
Bahkan, peralatan dayung yang digunakan merupakan warisan dari PON tahun 2012.
"Peralatan belum ada yang terbaru semua masih peralatan lama dan banyak yang rusak, jadi latihan bergantian saja," kata Mansyur.
Keterbatasan peralatan tidak membuat atlet dari induk Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel ini banyak mengeluh.
Bahkan, mereka tetap membuktikan semangatnya dengan tampil gemilang di ajang kualifikasi PON lalu.
Tanpa diduga, para atlet dayung mampu mempersembahkan satu medali perak dan dua medali perunggu dan bonus 18 atlet lolos berlaga di PON Papua.
• Dua Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada HST 2020 Serahkan Berkas Dukungan Besok
• 52 Kepala Desa se-Kabupaten Tanah Laut Berparade Sebelum Dilantik di Balairung Pelaihari
• Pedangdut Kalsel Iis Permatasari Disambut Hangat di Pedalaman Buntok Kalteng
"Itu sudah usaha maksimal kami. Sebelumnya, kami tidak ditargetkan terlalu muluk meraih medali. Namun, anak-anak mampu mewujudkannya, berkat kerja keras mereka," tandas Masnyur.
Di Papua, Mansyur bahkan berani menargetkan anak asuhnya bisa memberikan yang terbaik melebihi saat ajang kualifikasi PON lalu.
"Saya yakin di PON Papuas, tim dayung Kalimantan Selatan kembali membuat kejutan. Kami berharap bisa memberikan medali emas," pungkas dia. (TIM)