Breaking News:

Penundaan Umrah Indonesia

Kemenag Harap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah Jadwal Ulang Keberangkatan Jemaah ke Arab Saudi

Kebijakan penangguhan akses masuk ke Arab Saudi sejak 27 Februari 2020, berdampak pada penundaan keberangkatan jemaah umrah Indonesia.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
TRIBUN JABAR
ILSUTRASI - Jemaah umrah mengeliling Ka'bah di Mekkah, Arab Saudi 

BANJARMASIN POST.CO.ID, JAKARTA - Kebijakan penangguhan akses masuk ke Arab Saudi sejak 27 Februari 2020, berdampak pada penundaan keberangkatan jemaah umrah Indonesia. 

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, Arfi Hatim, berharap, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menjadwal ulang keberangkatan, berdasarkan kesepakatan pada pertemuan yang difasilitasi Kemenag pada 28 Februari 2020. 

Diketahui, dalam pertemuan itu, turut hadir pejabat dari kementerian dan lembaga terkait, perwakilan maskapai dan asosiasi PPIU. 

"Kami mendorong PPIU untuk melakukan proses jadwal ulang. Biar proses refund hanya untuk visa saja, sebagimana kebijakan dari Saudi," jelas Arfi di Jakarta, melalui rilisnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (8/3/2020).

"Selain visa, komponen biaya umrah itu kan antara lain mencakup transportasi udara dan darat, akomodasi, komsumsi, manasik, perlengkapan," lanjutnya.

Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah Desak Pemkab Bentuk Badan Usaha Milik Daerah

Berjualan di RTH Brigjend Hasan Basri Pelaihari, Tarifnya Ternyata Segini Diungkap Kartoyo

Kapolresta Banjarmasin Kombes Rachmat Hendrawan Bersepeda Motor Pimpin Patroli Malam

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah Sebut Sebanyak 40 Pohon Rawan Tumbang

Festival Seni Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung Meriahkan Hari jadi Kota Kuala Kapuas

Foto Olla Ramlan Setelah Operasi Banjir Komentar, Shireen & Zaskia Sungkar Komentari Begini

Arfi juga meminta jemaah untuk bersabar menunggu update informasi dari Saudi terkait pencabutan kebijakan penangguhan.

Sebab, PPIU tentu menunggu kepastian pencabutan penangguhan terlebih dahulu saat akan melakukan penjadwalan ulang.

"Jika pilihannya adalah jadwal ulang, tentu yang kemarin tertunda keberangkatan jadi prioritas. Dan, jemaah tak akan dimintai biaya tambahan. Ini kondisi force majeur yang tidak diinginkan semua, sehingga semua pihak ada empati, ada kebijakan yang dikeluarkan," lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Kemenag juga mendorong PPIU untuk tidak membuka dan menerima pendaftaran paket umrah terlebih dulu, sampai ada kepastian keberangkatan dari Saudi. 

Sebab, selain masih ada penangguhan sehingga belum ada kepastian keberangkatan, PPIU juga harus mengatur ulang terlebih dahulu dan fokus keberangkatan jemaah yang terdampak kebijakan Saudi ini dan sudah memilki jadwal. (Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved