Breaking News:

Suara Rekan

Pramono: Terima Kasih BPost

SEJAK saya pensiun dari Banjarmasin Post 12 tahun yang lalu saya tidak pernah jauh dari dunia pers yang saya geluti sejak muda

Editor: Didik Triomarsidi
Dok BPost
Pramono BS 

Oleh: Pramono BS

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEJAK saya pensiun dari Banjarmasin Post 12 tahun yang lalu saya tidak pernah jauh dari dunia pers yang saya geluti sejak muda. Keinginan untuk mengetahui perkembangan dunia sekitar masih amat besar, bahkan rasanya sayang untuk tidak dituangkan dalam sebuah tulisan. Ide, gagasan, pikiran tidak mudah untuk dibuang begitu saja. Karena itu saya berusaha memunguti, merangkai hingga menjadi tulisan yang hadir setiap minggu dalam rubrik “Spirit”.

Sekarang dunia sudah berubah, dunia wartawan pun sudah berbeda. Nggak ada lagi istilah kuli tinta (dulu wartawan wawancara hanya bermodal notes dan pena untuk untuk mencatat). Kemudian teknologi bergerak maju, wartawan pun menjadi kuli disket (wawancaranya direkam dengan gadget yang lebih canggih waktu itu). Sekarang sudah lebih maju lagi, yang ada wartawan medsos (media sosial) karena banyak hasil karya diambil atau diilhami dari medsos.

Semua itu membuat kehidupan media cetak yang informasinya butuh jedah lama untuk sampai pembaca, makin tersisih. Media elektronik masih bisa bermetamorfosis sebagai medsos sehingga pendapatan iklannya tetap tinggi. Tapi media cetak tidak demikian. Pemasang iklan memilih “boyong” ke jaringan internet karena lebih murah meriah dan hasilnya juga sama, bahkan bisa diketahui secara luas. Atas dasar itu media cetak harus pandai-pandai memformat dirinya agar tetap tampil muda dan mengisi kekosongan yang belum dirambah media elektronik dan internet.

Banjarmasin Post edisi Minggu (29/3/2020).
Banjarmasin Post edisi Minggu (29/3/2020). (Dok Banjarmasinpost.co.id)

Untuk itu semua harus disesuaikan, jumlah halaman, rubrik dll. Kebetulan rubrik “Spirit” yang lahir 12 tahun yang lalu juga sudah mulai lelah, ide, gagasan dan pemikirannya semakin ditinggalkan oleh zaman. Karena itu melalui rubrik ini saya mohon pamit, mengakhiri dialog kita yang tersaji setiap minggu. Kepada pihak-pihak yang merasa tidak enak dengan tulisan saya, saya mohon maaf. Naluri wartawan memang menggugah, mengingatkan bila perlu mendobrak.

Tak lupa kepada rekan-rekan redaksi BPost di bawah Pemred Mas Musyafi dan rekan-rekan bisnis di bawah pimpinan Mas Wahyu Indrianta saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kesempatan untuk memberikan saya ruang berekspresi dalam kurun yang panjang.

Di samping mereka, terima kasih tak terhingga saya sampaikan pada Bapak H Gusti Rusdi Effendi, Pemimpin Umum BPost Grup yang saya hormati dan saya banggakan. Semoga beliau dan keluarga tetap sehat dalam mendayung BPost di tengah ombak yang besar. Terima kasih untuk semuanya. Salam hormat. (banjarmasinpost.co.id/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved