BPost Cetak

Tak Ingin Stok UDD PMI Banjarmasin Kosong, Dokter Rama Sebar Pesan WA hingga Beri Sembako

Dr Rama –panggilan dr Aulia Ramadhan Supit–Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin kerap membagikan pesan wa hingga berbagi sembako

Capture BPost Cetak
BPost Edisi Selasa (19/5/2020). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - “Mohon bantuannya lah segera hari ini. Diperlukan golongan darah A untuk pasien anemia dengan penumonia. Stok kami lagi kosong. Mohon kalau ada langsung saja ke UDD PMI Kota Banjarmasin di Jalan S Parman. Terima kasih.” Tertanda Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Banjarmasin dr Aulia Ramadhan Supit.

Pesan whatsaap seperti ini kerap dibagikan dr Rama –panggilan dr Aulia Ramadhan Supit– saat stok darah di tempatnya bertugas dalam kondisi minim. Terlebih ketika stok kosong.

Di tengah pandemi Covid-19, persedian stok darah di UDD PMI Banjarmasin memang kerap kosong. Itu di antaranya terkait adanya larangan untuk berkumpul dan adanya kekhawatiran pendonor. Terlebih saat ini Ramadan.

Teriakan PMI soal stok darah belakangan didengar sejumlah instansi pemerintah seperti dari TNI dan Polri. Mereka menggelar donor darah massal.

Stok Darah di Tanahlaut Susut Drastis, PMI Beri Paket Ini Bagi Pendonor

PT Arutmin Indonesia Tambang Satui Gelar Donor Darah, Bantu Stok Darah PMI Saat Pandemi Covid-19

Atasi Menipisnya Stok Darah, Siswa Sespimmen Dikreg ke-60 ini Rela Darahnya Disedot

Saat ini keperluan darah untuk Banjarmasin satu harinya 100 hingga 150 kantong. Pada saat stok menipis dr Rama harus putar otak agar ketersedian darah kembali meningkat.

Berbincang dengan BPost, dr Rama mengaku sangat kepikiran sekali jika stok darah menipis atau bahkan kosong. “Apalagi jika ada permintaan golongan darah tertentu,” ucap mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin dan mantan dokter tim sepakbola Barito Putera ini.

Itu karena dirinya pernah merasakan bagaimana pusingnya mencari darah pada saat stok UDD PMI kosong. Ternyata setelah darah didapat, anggota keluarganya yang sakit justru meninggal dunia. Hal ini pula yang memotivasinya bekerja di UDD PMI Banjarmasin.

Selain itu dia pernah menjadi pengurus PMI dan aktif menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) saat kuliah di Yogyakarta. “Ketika jadi anggota dewan duduk di kepengurusan PMI,” katanya.

Usai menjabat sebagai anggota dewan pada November 2019, dr Rama mendapat tawaran mengurus UDD PMI Banjarmasin secara penuh. Dia langsung menyatakan siap. Sedangkan usaha klinik kecantikannya dinomorduakan. “Kebetulan ada adik membantu di klinik jadi bisa fokus ke UDD PMI Banjarmasin,” ucap dokter yang pernah mengambil keahlian khusus di bidang kecantikan ini.

Dokter Rama berharap makin banyak anggota masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya. “Karena darah tidak ada pabriknya, hanya bisa didapat dari manusia,” ucapnya.

Sebagai upaya menarik pendonor, UDD PMI Banjarmasin memberikan paket sembako. Dia pun menjamin pendonor aman dari virus corona karena UDD PMI Banjarmasin melaksanakan protokol kesehatan.

Beberapa langkah juga dilakukan pihaknya agar kualitas darah yang keluar dari UDD PMI Banjarmasin lebih baik. Dulu keluarga pasien membawa darah dengan kantongan plastik hitam, sekarang memakai boks pendingin. Boks pinjami dengan jaminan KTP atau uang.

Atasi Kekosongan Stok Darah, Polresta Banjarmasin Menggelar Donor Darah

Stok Darah PMI Banjar Menipis, ini yang Dilakukan Kodim Martapura

Rama pun punya keinginan UDD PMI Banjarmasin tersertifikasi dan limbah plasma bisa dipakai untuk pengolahan obat oleh bio parma dan punya gedung sendiri.

“Saya juga berharap tidak ada lagi keluarga pasien yang kesulitan mencari darah. Biar kami mencarikan,” ucapnya dengan penuh harap. (banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved