Fikrah

Kunci-Kunci Surga

Di dalamnya terdapat bidadari, pelayan belia, aneka daging burung, buah-buahan, sungai-sungai dengan air yang jernih, susu, madu, tempat tidur,

istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH. Husin Naparin, Lc. MA

BANJARMASINPOST.CO.ID - SURGA adalah dambaan semua umat. Surga diibaratkan negeri pahala dan kenikmatan abadi karena di dalamnya terdapat segala sesuatu yang tak pernah dipandang mata, di dengar telinga ataupun dirasakan hati. Di dalamnya terdapat bidadari, pelayan belia, aneka daging burung, buah-buahan, sungai-sungai dengan air yang jernih, susu, madu, tempat tidur, sutera, emas permata, dan sebagainya.

Seseorang kepada Rasulullah bertanya, “Bagaimana bangunan surga itu?” Beliau menjawab, “Dibuat dari pada batu bata perak dan emas, sedangkan perekatnya adalah kasturi yang amat wangi, bebatuannya dari mutiara dan permata yakut, sedangkan debunya adalah saffron (sejenis kunyit). Barang siapa yang memasukinya, dia akan senang, tak pernah susah dan akan kekal tak pernah mati, pakaiannya tak pernah renyuk dan masa mudanya tak pernah lenyap.”( HR. Ahmad, dan lainnya).

Kunci-kunci Surga antara lain: Pertama, Iman dan Amal Salih. Iman dan amal salih adalah kunci utama untuk memasuki surga, yang sudah termaktub dalam ayat-ayat berikut: “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga itu, mereka berkata, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu, mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalamnya.” (QS. 2/23)

Kedua, bertakwa kepada Allah SWT, yaitu melaksanakan segala peritah-Nya semaksimal mungkin dan menjauhi semua larangan-Nya. Bersegeralah kamu kepada keampunan dari pada Rabb mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan di waktu lapang ataupun sempit, dan mereka yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan, dan juga orang yang apabila mengerjaka perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu dan mereka mengetahui. mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga. Mengenai yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamya, dan itulah sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal (qs 3/133).” Seseorang dikatakan bertakwa apabila memiliki sifat-sifat tersebut.

Ketiga, mentaati Allah dan Rasulullah SAW. “Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasulnya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang salih, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS 3/’ 69 ).”

Keempat, hijrah dan jihad dengan jiwa dan harta. Petikan ayat Al-Qur’an yang membahas tentang kunci masuk surga melalui hijrah dan jihad, baik dengan harta maupun jiwa. “Orang orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta-benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan, Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat kepadanya, keredaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar (QS.9/ 20-22).”

Kelima, taubat orang-orang yang menemui kesesatan yaitu orang-orang yang mengabaikan sholat dan menuruti hawa nafsu, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal salih, beriman dan beramal salih adalah syarat pokok bagi orang yang bertaubat, oleh karena itu, tidak cukup bagi seseorang mengumumkan dirinya bertaubat, melainkan harus dia perkuat dengan iman dan amal salih sebagai bukti kebenaran taubatnya.

Keenam, Amalan-amalan ‘ibadur Rahman. Hamba-hamba yang berhak memperoleh rahmat danghurfah (tempat surga yang paling tinggi) lantaran kesabaran mereka dalam mentaati Allah ta’ala. Dia menyifati dengan lapan sifat. Dan yang termasuk dalam sifat-sifat dan perilaku kaum ‘ibadur rahman yaitu: Berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan lemah lembut. Apabila diajak bicara oleh orang-orang jahil ( bodoh ) mereka mengucapkan kata-kata “salam” yakni kata-kata yang mengandung kesejahteraan, bersih daripada dendam yang merupakan puncak kesabaran. Sujud ( salat ) kepada Allah di malam hari, karena ibadah di waktu malam lebih jauh dari pada riah. Jika berinfak mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak kikir, tapi sederhanan, maksudnya berinfak kepada keluarga (orang yang di tanggungnya ). Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dalam beribadah dan tak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan ku hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilahakan aku masukkan mereka kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai pahala di sisi Allah(qs 3/195 ).

Ketujuh, memenuhi janji dengan Allah yaitu berupa perintah dan larangannya dengan cara mematuhi perintah dan menjauhi larangannya.

Kedelapan, menyambung hubungan sebagaimana perintah Allah. Menurut jumhur ahli tafsir, menyambung hubungan disini bermaksud, silaturrahmi seperti dikatakan oleh imam qurthubi, yakni mencakup seluruh bentuk ketaatan kepada Allah. Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia menghormati tamunya, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia menyambung silaturrahmi, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam (HR. Bukhori-Muslim).”

Kesembilan, istiqamah dalam ibadah yaItu konsisten pada saat senang atau susah tidak berbeda ibadah dengan tujuan menggapai ridha Allah. Kesepuluh, menunaikan nazar dan membayar utang.

Kesebelas, tenteram dalam zidikrullah berupa salat dan zikir lainnnya berupa bacaan al -Qur’an, istifgar dan taubat, salawat serta salat sunat yaitu dhuha, tahajjud dan witir serta berdoa kepada Allah SWT dalam setiap kesempatan dan aktivitas kehidupan dari bangun tidur sampai kembali ke tempat tidur. Keduabelas, hijrah dan berjihad di jalan Allah SWTdengan jiwa dan harta. Demikian antara lain kunci surga, (Ref, Roumaisa) Wallahu a’lam. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved