Berita Tanahlaut

VIDEO Kepiluan Perajin Bakul Purun Tala, Sehari Cuma Dapat Segini

Penghasilan perajin anyaman purun di Desa Pandahan Kabupaten Tanahlaut cukup memprihatinkan dan kepala desa beharap ada bantuan dari pemerintah daerah

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabupten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), tak cuma dikenal sebagai lumbung jagung di Kalimantan Selatan (Kalsel). Lebih dari itu juga penghasil

Hasil produk anyaman purun dari Kabupten Tanahlaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), cukup dikenal masyarkat luas, di antaranya berupa bakul (tas) dan tikar.

Perajinnya ada di beberapa tempat, salah satunya di Desa Pandahan, Kecamatan Batibati.

Meski telah digeluti secara turun-temurun sejak puluhan tahun silam, ternyata kepiluan menyelubungi para perajinnya. Betapa tidak, hasil sehari hanya senilai Rp 16.000. 

Iwapi Dorong Kabupaten Tanahlaut Miliki Kampung Purun Sendiri

Staf Dekranasda Kabupaten Tala Ini Hampir Disambar Api Saat Warnai Purun

Itulah setidaknya yang dialami Nurminah. Janda tua warga RT 6 Desa Pandahan ini sehari mampu menghasilkan delapan  bakul purun dan mendapatkan uang Rp 16.000.

"Di sini harga jual satu bakul purun Rp 2.000," papar Nurminah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (26/6/2020).

Tak mudah membikin bakul purun tersebut. Sehari penuh Nurminah menganyamnya di rumah kayunya yang mulai reot.

Sepanjang hari di ruang depan, aktivitas itulah harian yang dilakoni Nurminah. Pasalnya, ia tak memiliki pekerjaan lain pascatanam padi.

Belasan Orang Terinfeksi Covid Hari ini di Tala, Paling Banyak dari Kecamatan ini

Cegah Kerugian Petani Akibat Bencana Alam, Strategi ini yang Direncanakan Pemkab Tala

Sekadar diketahui, Nurminah juga berprofesi petani. Ia memiliki garapan sawah di belakang rumahnya. Itu pun tak luas, hanya beberapa borong.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved