BTalk
BTalk: Masyarakat HST Berharap Program Beasiswa ke Timur Tengah Tetap Dilanjut
Pemkab HST, Kalsel, miliki program beasiswa untuk dokter dan santri ke negara di Timur Tengah dan diharapkan berlanjut setelah bupati terpilih pilkada
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
Begitu juga dengan calon dokter. Semuanya harus tercatat diterima di perguruan tinggi melalui SNMPTN atau seleksi sejenis.
• Edarkan Obat Daftar G, Warga Labuan Amas Utara HST Ini Dicokok Polisi di Rumah
• Tangkap Dua Pengedar Sabu di HST, Polisi Sita Enam Paket Sabu
"Tidak ada jalur mandiri. Jadi setiap mahasiswa asal HST yang lulus kedokteran datang dan mengajukan beasiswa. Alhamdulillah semuanya terakomodir. Kalau santri sifatnya bantuan langsung. Kalau dokter bantuan per semester," bebernya.
Ia berharap yang mendapat beasiswa diharapkan dapat mengabdi di Bumi Murakata.
Bupati HA Chairansyah berharap, dengan program ini santri-santri yang menuntut ilmu dan memperdalam ilmu agama Islam di Timur Tengah. Nantinya setelah selesai belajar bisa kembali ke daerah dan berdakwah di Hulu Sungai Tengah sebagai upaya penyebaran syiar-syiar Islam di bumi murakata.
Bantuan untuk santri mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 45 juta. "Ada yang hanya istilahnya mondok di sana. Ada yang memang kuliah," bebernya.
Untuk santri rencananya akan terus digalakkan mengingat Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan wilayah yang agamis.
• Pilkada HST 2020 - Covid-19, Peserta Debat Publik Dibatasi 50 Orang
• SWK Kodim 1002/Barabai Beri Bantuan Sembako dan Pakaian untuk Korban Kebakaran Desa Banua Asam HST
Diharapkan, santri yang lulus dari perguruan tinggi dari luar dapat mengajarkan pengetahuannya di Hulu Sungai Tengah.
"Kebanyakan kalau lulus biasanya kembali ke pondok masing-masing untuk mengajar. Itu juga sebagai bentuk pengabdian ke HST," bebernya.
Lebih lanjut, dibeberkannya untuk santri beasiswa yang diberikan dari APBD pada 2017 mencapai Rp 200 juta. Ada enam orang yang ke Timur Tengah. Tiga diantaranya ke Universitas Al Ahgaff Yaman, satu Universitas Al Azhar Mesir, dan dua lagi di Pondok Pesantren Rubath Tarim.
Pada 2018 ada tiga orang dengan total beasiswa Rp 115 juta. Dua orang ke Universitas Al Azhar dan satu orang ke Pondok Pesantren Daarus Zahra Yaman.
Selanjutnya pada 2019 tercatat tiga orang. Beasiswa yang diberikan sebesar Rp 115 juta. Dua orang ke Universitas Al Azhar Mesir, dan stu orang ke Pondok Pesantren Maahad Darul Musthofa Tarim Hadramaut Yaman.
• Sebanyak 8.306 KPM di Kabupaten HST Dapat Bantuan Sembako
• Tiga Pelaku Curanmor di Kabupaten HST Diamankan Polsek Pandawan
Sedangkan pada 2020 ini rencananya akan ada empat santri. Total beasiswanya Rp 180 juta. Semuanya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Sementara itu, untuk beasiswa kedokteran total anggaran yang diberikan mencapai Rp 1.986.346.000. Anggaran ini untuk uang kuliah tunggal mahasiswa dan biaya hidup.
"Program ini merupakan program jabatan kami. Program ini berlanjut atau tidak tergantung program dari Bupati selanjutnya. Ya entah beasiswa untuk apa, tergantung pemimpin selanjutnya," katanya.
Meski demikian ia berharap beasiswa ini terus diberikan bagi warga HST yang berprestasi. "Sebenarnya beasiswa ini untuk HST juga. Misal dokter dari beasiswa, ia wajib mengabdi minimal 10 tahun di HST. Ada perjanjian khusus. Berbeda kalau santri. Tidak ada perjanjian. Hanya saja sering kali mereka yang kembali dari Timur Tengah mengajar di pondok pesantren di Kabupaten HST," katanya.
Lalu dari mana pagu anggaran untuk beasiswa? Dijelaskan HA Chairansyah, pagunya berasal dari APBD di Bagian Kesra Setdakab HST. "Jadi besaran beasiswa disesuaikan dengan kemampuan daerah," bebernya.
Selengkapnya wawancara jarak jauh bersama Bupati HST, HA Chairansyah, simak video di bawah ini:
(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bupati-hulu-sungai-tengah-ha-chairansyah-selasa-1592020-1.jpg)