Berita Banjarmasin
Dema FTK UIN Antasari Gelar Webinar Nasional tentang Guru Berkualitas dan Profesional
Webinar nasional Dema FTK UIN Atasari membahas guru berkualitas dan profesional hadirkan narasumber Rektor ULM dan pejabat Disdikbud Kalsel.
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Memperingati Hari Guru, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Antasari mengadakan kegiatan webinar nasional.
Tema yang diangkat tentang Terwujudnya Calon Guru yang Adaptif, Kompetitif, serta Berkualitas untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Webinar yang berlangsung Rabu (25/12/2020) ini diikuti ratusan peserta dengan narasumbernya, Wakil Rektor I UIN Antasari Hamdan, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi, Kasi Penddidik dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Kalsel Heri Alfian. Sedangkan moderatornya, Annnisa,
Disampaikan Hamdan, guru adalah pendidik profesional, mendidik, mengajar, membimbing dan melatih, serta mengevaluasi.
Baca juga: Gagalkan Penyelundupan Narkoba, 4 Petugas Dapat Penghargaan dari Kemenkumham Kalsel
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif 64 Orang, Terbanyak dari Kabupaten Tanbu
"Guru adalah orang yang ditiru dan gugu, Istilah guru dalam konteks pendidikan adalah mualim, murabbi, muaddib, mudarris dan mursyid," urainya seraya menambahkan guru bisa menunjukkan perilaku yang diteladani anak didik.
Kemudian disebutkannya tujuh keterampilan yang harus dimiliki guru agar siap berkompetensi dalam menghadapi revolusi industri 4.0, yakni complek problem solving, critical thingking, creativity, coordinating with others , cognitive flexibiity, creator, dan communicatuon atau smart communication.
Kemudian terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah tingkatkan iman dan takwa dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
Sementara itu, Sutarto Hadi memaparkan, pendidikan bermutu dan berkualitas dimulai dari guru yang berkualitas dan profesonal. "Kita tak bisa bekerja sendiri, namun perlu kerja sama pendidikan, seluruh stakeholder berperan, baik guru, dinas pendidikan dan lainnya," ucapnya.
Baca juga: UIN Antasari Gelar Webinar Nasional, Bahas Penanganan Terorisme
Baca juga: ULM Sukses Gabungkan Wisuda Offline dan Online di Banjarbaru dan Banjarmasin
Kemudian, pandemi Covid-19, telah mendorong terjadinya perubahan struktural secara cepat. Dalam pendidikan, dilaksanakan pembelajaran jarak jauh dan institusi banyak mendapatkan tekanan finansial.
Atas situasi yang sedang terjadi sekarang, ia pun mengingatkan, cara bekerja pada masa depan akan jauh berbeda. Munculnya jenis pekerjaan baru, tenaga kerja multi generasi dan beragam yang tidak dibatasi struktur dan tempat.
Otonomi pekerja seperti karir ditentukan oleh pekerja, bukan perusahaan. Pemberdayaan teknologi, yakni digiltaliasasi dan otomatisasi dan akses dan pengelolaan data, bakal semakin masif di masa depan.
"Ke depan, ada pekerjaan yang hilang dan ada pekerjaan baru muncul. Pendidikan yang menyiapkan SDM, harus menyiapkan hal ini. Cara-cara mengajar konvensional harus diubah," tandasnya.
Baca juga: Baznas Kalsel Beri Bantuan Program Pendidikan ke UIN Antasari Banjarmasin
Baca juga: Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa ULM, Rektor Minta Kepemimpinan Baznas Kalsel Dipertahankan
Sedangkan problema pendidikan di Indonesia, konsisten sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA (Programme for International Student Assessment) terendah.
Diketahui, PISA adalah penelitian internasional terkait kemampuang membaca, matematika dan sain. Data yang ada, yakni membaca 70 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum, matematika 71 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum dan sains 60 persen siswa berada di bawah kompetensi minimum. Dan, skor PISA stagnan dalam 10-15 tahun terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/webinar-nasional-dema-ftk-uin-antasari-banjarmasin-kalsel-rabu-25112020.jpg)