Breaking News:

Fikrah

Apa Itu Rezeki?

ALLAH SWT telah menciptakan manusia dan menganugerahkan segala fasilitas untuk hidup dan kehidupan mereka; itulah dia ‘Rezeki’

istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - ALLAH SWT telah menciptakan manusia dan menganugerahkan segala fasilitas untuk hidup dan kehidupan mereka; itulah dia ‘Rezeki’.Rezeki bisa jadi berbentuk materi (Hissiy), yaitu segala sesuatu yang dimakan ,dipakai, ditempati dan digunakan untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan).

Seseorang sahabat datang menemui Rasulullah SAW, pada waktu itu beliau sedang membaca surah At-Takatsur. Orang itu berkata, “maalii-maalii” (hartaku-hartaku). Rasulullah bersabda: “Wahai manusia, kamu tidak memiliki harta (yang kamu kumpulkan itu); melainkan apa yang kamu makan maka menjadi habis, apa yang kamu pakai menjadi lusuh dan apa yang kamu sedekahkan maka anda berlalu.” (HR Muslim)

Allah SWT Berfirman, Wamaa min Daabbatin Fil Ardhi Illaa Allallahi Rizquha, Wa Ya’lamu Mustaqarraha wa Mustawda’aha Kullun Fii Kitabin Mubin. Artinya: “Dan tidak satupun makhluk yang bergerak di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata.” (QS Hud ayat 6)

Ayat ini sangat penting untuk diresapi dan dihayati oleh seorang muslim mukmin, agar ia dapat merasa tentram dengan rezeki yang diperolehnnya, karena sudah yakin akan jaminan Allah SWT yang telah menciptakannnya; disamping itu sangat penting ia merasa tentram dan tidak merasa iri serta dengki akan rezeki yang diperoleh orang lain yang disaksikannya pada kiri dan kanannya. Ia yakin bahwa yang didapatkan oleh orang lain, rezeki itu adalah rezeki untuk orang itu bukan rezekinya. Apapun yang diperolehnnya, itulah rezekinnya yang akan dipertanggungjawabkan olehnya di padang mahsyar, di hari kiamat nanti. Ia tidak akan risau melihat rezeki orang lain kendati lebih banyak dari rezekinnya karena ia tidak akan mempertanggungjawabkan rezeki orang lain. Manusia akan ditanyai akan segala nikmat dan rezeki yang Allah anugerahkan kepadanya nanti di hari kiamant. Allah SWT berfirman “Summa latus alunna yauma idzin aninna’im” (QS At-Takasur ayat 8)

Itulah sebabnya, banyak diantara imam yang mengimami salat Magrib, selalu membaca surah At-Takasur, hal ini adalah untuk memperingatkan kepada jamaah yang sepanjang hari meraup dan menumpuk materi dunia, ingin bermegah-megah dengan materi dunaiwi (At-Takasur).

Nabi SAW bersabda, ”Laa yazallu Qadama Abdin Yaumal Qiyamati Hatta Yus ala an A’rbain,’An umrihi fima ablahu wa ‘An Sababihi Fimaa Afnahu, wa ‘An Maalihi min Aina Iqtasabahu wa Fiima an Faqahu wa an umrihi fimaa afnahu. Artinya: Tidaklah bergeser dua kaki seorang hamba di padang mahsyar kecuali ditanya tentang umurnnya kemana dihabiskannya, tentang hartanya dimana didapat dan kemana menggunakannnya, tentang masa muda kemana dipergunakannya dan tentang umurnya kemana dihabiskannnya.

Allah SWT memberikan rezeki kepada seseorang sesuai keperluannya, sebab apabila manusia itu terlalu berlebihan dalam rezekinya ia akan berbuat maksiat. Allah SWT berfirman, Walau Basathallahu Arrizka Labagaw fil Ardhi Walakin Yunazzilu Biqadarin ‘ala Innahu bi ibadihi Khabirun Bashir. (QS Asy_Syuara ayat 27) Artinya : “Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (Keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.

Manusia tidak perlu iri dan dengki akan nikmat dan rezeki org lain. Diri sendiri mesti memiliki kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepadanya lebih dari orang lain. Mengapa demikian? Sebagian yang lain dilebihkan rezekinya daripada rezeki orang lain. Ia tidak perlu menggerutu dan mengkritik Allah yang menciptakannya, dan yang membagi dan melebihkan sebagian yang lain dari sebagian yang lain. Apa gunanya sebagian yang lain dilebihkan dari sebagian yang lain. Allah SWT berfirman,” Ahum Yaqsimuna Rahmati Rabbik wa Yufadhdhilu ba’dhakum ba’dan, Liattahija Minkum Syukriya. Artinya: Allah SWT (sengaja) melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain agar kalian saling bantu membantu.

Dengan ayat ini kita manusia dalam kehidupan ini saling tolong menolong. Seorang kaya sebenarnya dia tidak bisa hidup sendiri, ia mesti mendapat pertolongan dari orang-orang yang lemah dan miskin. Apalagi seorang miskin dan orang yang lemah ekonominya, ia mesti memerlukan pertolongan dari orang kaya.

Dan pada setiap hari, sebagai orang beriman, kita dianjurkan untuk bersedekah menyantuni orang lain, yang kebaikannnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Pada setiap pagi 2 malaikat berdiri di upuk timur dan berdoa “Allahumma a’thi munfiqan jkhalafa wa’thi mumsyikan thalafa” Artinya: Ya Allah berikannlah gantian kepada orang yang menafkahkan hartanya di jalan mu dan pada jalan kebaikan, dan rusuhkanlah harta orang-orang yang kikir (menahan hartanya untuk kepentingan agama dan kebaikan sesama manusia). (*)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved