Breaking News:

Berita Kriminal

Masalah Lelang Tanah Jadi Motif Penembakan Mobil Bos Tekstil di Solo, Polisi Ungkap Fakta Baru

Polisi mengungkap fakta baru terkait motif pelaku penembakan mobil bos tekstil Solo, lantaran masalah rupiah.

(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Tersangka LJ (72) beserta barang bukti miliknya dihadirkan dalam konferensi pers kasus penembakan mobil Alphard di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SOLO -Sudah bukan rahasia jika masalah uang bisa membuat persaudaraan retak, bahkan orang nekat melakukan tindakan kriminal. Seperti terjadi pada kasus penembakan di Solo, Jawa Tengah.

Polisi mengungkap fakta baru terkait motif pelaku penembakan mobil bos tekstil Solo, lantaran masalah rupiah.

Pelaku LJ (72) yang tak lain ipar korban, nekat memberondong mobil Alphard milik iparnya itu dengan delapan butir peluru tajam.

Padahal diketahui, bahwa pelaku dan korban sama-sama tajir hingga dijuluki crazy rich Solo. Polisi mengungkap fakta baru ini saat gelar perkara di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Pelaku Penembakan Mobil Bos Tekstil di Solo Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan, Ini Motifnya

Baca juga: Penampakan Pistol Walther untuk Menembak Mobil Bos Tekstil Solo, Istri Pelaku Ternyata Adik Korban

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menerangkan, motif tersangka LJ (72) menembak mobil korban I (72) sebanyak delapan kali adalah karena permasalahan bisnis.

Sebab, sekitar tahun 2008 tersangka mengagunkan aset tanah dan bangunan miliknya ke pihak bank.

Karena tidak bisa membayar kewajiban angsuran, akhirnya pihak bank melelang aset tanah dan bangunan milik tersangka.

"Lelang pada saat itu dimenangkan oleh saksi korban I senilai Rp 10 miliar," kata Ade dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020).

Tersangka LJ (72) beserta barang bukti miliknya dihadirkan dalam konferensi pers kasus penembakan mobil Alphard di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020).
Tersangka LJ (72) beserta barang bukti miliknya dihadirkan dalam konferensi pers kasus penembakan mobil Alphard di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/12/2020). ((KOMPAS.com/LABIB ZAMANI))

Kemudian tersangka melalui beberapa rekannya mendapatkan informasi bahwa aset tanah dan bangunan tersebut sebenarnya bisa bernilai sampai Rp 26 miliar.

"Inilah yang kemudian diklaim tersangka sebagai hutang yang harus dibayar oleh korban terhadap tersangka sebesar Rp 16 miliar," terang dia.

Halaman
1234
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved