BTalk

Selama Pandemi, Dokter di RSJ Sambang Lihum Kalsel Ini Sebut Orang Stres Meningkat

PHK, omset usaha berkurang dan lainnya saat pandemi Covid-19 membuat banyak warga stres sehingga kunjungi RSJ Sambang Lihum Kalsel untuk konsultasi.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KASPUL ANWAR
Dokter yang juga Ketua Komite Medik di RSJ Sambang Lihum Kalimantan Selatan, dr Yanuar Satrio Sarosa (kiri), hadir dalam acara BTalk, Senin (7/12/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pandemi Covid-19 yang juga melanda Kalimantan Selatan nyatanya juga berdampak terhadap kesehatan mental masyarakat.

Bahkan jumlah kunjungan warga ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Jalan Gubernur Syarkawi atau Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalsel, meningkat hingga mencapai 100 persen.

Hal itu diungkapkan seorang dokter RSJ Sambang Lihum yang juga Ketua Komite Medik-nya, yakni dr Yanuar Satrio Sarosa.

Dalam program BTalk Banjarmasin Post, Bicara Apa Saja, Senin (7/12/2020), dia memaparkan tentang Pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap kesehatan mental masyarakat.

Mengejutkan juga, paling banyak berkonsultasi dengan dokter atas keluhan stress adalah kaum ibu. "Kaum ibu yang paling terdata ke rumah sakit. Tapi bukan berarti yang paling rentan adalah kaum ibu, lelaki atau bapak-bapak juga sama rentannya. Tapi laki-laki lebih menggampangkan jika sedang merasa pusing atau stress," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Bertambah 28 Orang, Terbanyak dari Kabupaten HSS

Baca juga: VIDEO Direktur RSJ Sambang Lihum Kalsel Sebut Dampak Covid-19 Guncang Kesehatan Jiwa

Mengejutkan juga, paling banyak berkonsultasi dengan dokter atas keluhan stress adalah kaum ibu. "Kaum ibu yang paling terdata ke rumah sakit. Tapi bukan berarti yang paling rentan adalah kaum ibu, lelaki atau bapak-bapak juga sama rentanny. Tapi laki-laki lebih menggampangkan jika merasa pusing atau stress," ujarnya.

Dia kemdiuan menambahkan, terkena PHK, omset menurun, mengajar anak di rumah dengan bidang yang belum tentu dikuasai orangtua, hingga dampak ekonomi dan sosial dimana kegiatan kumpul-kumpul sudah tidak diperbolehkan lagi, bisa membuat seseorang mudah mengalami gangguan mental.

Karena itu ujar, dr Yanuar yang juga Kepala Seksi Pengabdian Masyarakat di Himpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Kalselteng ini, demi menjaga agar mental sehat selama Pandemi adalah sehat fisik terlebij dulu.

"Dengan fisik yang sehat, maka mental juga akan menjadi sehat. Menjaga kesehatan fisik di tengah pandemi, bisa dengan sering melakukan relaksasi. Bukan hanya ke salon atau spa, bisa saja dilakukan dengan duduk rileks di pekarangan rumah atau melakukan hal yang disenangi," urai dia.

Selain itu juga, jelas dr Yanuar, dengan cara menyusun skala prioritas. Membiasakan diri untuk mengerjakan hal yang lebih prioritas dibanding yang tidak. "Bahkan jika bisa dikerjakan oleh orang lain, kenapa tidak," tambahnya.

Baca juga: VIDEO Taman Jendela Jiwa RSJ Sambang Lihum yang Instagramable, Kerap Jadi Ajang Selfie Kaum Milenial

Baca juga: Antar ODGJ Sembuh hingga ke Pelosok, Begini Peluh yang Dirasakan Petugas RSJ Sambang Lihum

Disamping itu, tentu saja menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan adalah hal untuk mencegah terpapar Covid-19.

Jika 3M untuk pencegahan terpapar Covid-19, maka untuk menjaga kesehatan mental juga harus ditekankan 3A, yakni acceptance, afeksi dan achievement.

Acceptance atau menerima, artinya, semua harus menerima kondisi pandemi yang sudah menjadi ketentuan Tuhan. Dengan sadar akan semua adalah kuasa Tuhan, maka takkan ada keluh kesah atas keadaan.

Afeksi atau affection adalah kasih sayang. Pandemi harus dijadikan wadah untuk menebar kasih sayang dengan turun tangan membantu masyarakat yang sangat terdampak Pandemi

"Tidak harus dengan turun langsung membagikan makanan, sekarangkan sudah bisa membantu melalui transfer dan cara-cara lainnya," ujarnya.

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, RSJ Sambang Lihum Canangkan Tour De Hospital

Baca juga: RSJ Sambang Lihum Batal Turun Kelas Berkat 2 Poin Penting dari Kementerian Kesehatan Ini

Kemudian achievement atau prestasi. Dengan menghargai apa yang sudah dicapai atau diraih, maka akan membuat mental lebih bahagia sehingga sistem imun akan meningkat.

"Tidak harus prestasi dengan medali, tapi anak naik kelas di tengah Pandemi atau sekecil apapun pencapaian harus disyukuri dan dihargai," tambahnya.

Untuk lebih lengkapnya bincang tentang jiwa sehat selama pandemi bersama dokter RSJ Sambang Lihum yang juga Ketua Komite Medik-nya, dr Yanuar Satrio Sarosa, simak video di bawah ini:

( Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved