Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Merapi Kembali Muntahkan Guguran Lava Pijar, Hari Ini Sudah 11 Kali

Hari ini, Gunung Merapi mengalami 11 kali guguran lava pijar mulai pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.

(ANTARA FOTO/RANTO KRESEK)
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). 

Editor: Anjar Wulandari
BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Aktivitas Gunung Merapi kembali terpantau. Hari ini, Gunung Merapi mengalami 11 kali guguran lava pijar mulai pukul 00.00 WIB-06.00 WIB.

Adapun jarak luncur maksimum guguran lava pijar Gunung Merapi tercatat 800 meter ke arah barat daya.

Masyarakat yang berada di area berbahaya Merapi pun diimbau selalu waspada.

Hal ini lantaran potensi banjir lahar dingin juga mengintai seiring dengan potensi hujan di daerah hulu.

Baca juga: Gunung Merapi Kini Punya Dua Kubah Lava, Pertama Kali Dalam Sejarah Merapi

Baca juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 600 Meter, Mengarah ke Hulu Kali Krasak dan Boyong

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengeluarkan, laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 14 Februari 2021 pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, secara visual asap kawah Gunung Merapi tidak teramati karena tertutup kabut.

"Teramati 11 kali guguran lava pijar di Gunung Merapi," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB, Minggu (14/02/2021).

Tangkapan layar aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas pada Selasa, (26/1/2021).
Tangkapan layar aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas pada Selasa, (26/1/2021). ((BPPTKG))

Dari data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava pijar mengarah ke barat daya. Jarak luncur guguran lava pijar tercatat maksimum 800 meter.

Berdasarkan data kegempaan di Gunung Merapi, guguran sebanyak 35 dengan amplitudo 3 mm-22 mm dan durasi 13 detik-100 detik.

Hybrid/Fase Banyak jumlah 7 dengan amplitudo 5 mm-16 mm, S-P : 0.3 detik-0.5 detik dan durasi 6 detik-9 detik.

"Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan level III (Siaga)," tegasnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca juga: Siap-siap, Bulan Depan Formasi CPNS 2021 Ditetapkan, Simak Jadwal Pendaftaran Hingga Seleksi

Baca juga: Wisata Kalsel, Pasar Tanaman Hias Hingga Bibit Pohon Buah di Kertak Hanyar

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," pungkasnya.

Baca juga: Tutup Masa Orientasi CPNS 2019, Lapas Banjarbaru Ajak CPNS Jurit Malam hingga Malam Keakraban

Baca juga: Nekat Ingin Terjun di Jembatan Rumpiang Batola Kalsel, Cewek 30 Tahun Ini Minta Pertanggungjawaban

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Merapi Keluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar dalam Waktu 6 Jam"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved