Breaking News:

Bisnis Techno

BLOKIR Snack Video dan TikTok Cash, Satgas Waspada Investasi : Ilegal dan Tawarkan Uang ke Pengguna

Satgas Waspada Investasi (SWI) memblokir aplikasi Snack Video dan TikTok Cash, karena dinilai menawarkan uang ke pengguna cuma nonton video

Editor: Didik Triomarsidi
KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto
Ilustrasi aplikasi Snack Video di Play Store - BLOKIR Snack Video dan TikTok Cash, Satgas Waspada Investasi : Tawarkan Uang ke Pengguna 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Satgas Waspada Investasi (SWI) memblokir aplikasi Snack Video dan TikTok Cash akibat dinilai ilegal.

Disebut ilegal, karena dinilai menawarkan uang ke pengguna dengan cana nonton video di aplikasi

SWI mengatakan bahwa dua aplikasi yang tengah viral belakangan ini yakni Snack Video dan TikTok Cash adalah aplikasi ilegal.

Kedua aplikasi itu pun masuk daftar entitas yang diblokir SWI.

Baca juga: Susul TikTok Cash, Snack Video Juga Diblokir Pemerintah Gegara Tawarkan Uang ke Pengguna

Baca juga: JELANG Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13, Ini Jadwal Pengumuman Gelombang 12 di prakerja.go.id

Baca juga: BEDA Kuota Belajar 2021 Kemendikbud, Jumlah Gigabyte atau GB PAUD SD SMP SMA Cuma Segini

Menurut Ketua SWI Tongam L Tobing, Snack Video diblokir karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Kominfo.

Aplikasi tersebut juga dinyatakan tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.

"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan tedapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh," kata Tongam.

Sementara TikTok Cash diblokir setelah diketahui menawarkan uang kepada pengguna hanya dengan cara menonton video di aplikasi. Mekanisme seperti ini merupakan skema money game atau permainan uang yang berpotensi merugikan pengguna.

"Kami telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Tongam dalam siaran pers, Senin (1/3/2021).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penawaran yang seolah memberi keuntungan mudah, namun, berpotensi merugikan pengguna.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved