Breaking News:

Berita Tanahlaut

Hasil Reses Dewan Jadi Input Tambahan Musrenbang, Aspirasi ini yang Banyak Disuarakan Warga Tala

Masyarakat Tanahlaut banyak meminta perbaikan infrastruktur kepada wakil rakyat yang mewakili daerah pemilihan mereka

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
MUSLIMIN, ketua DPRD Tala 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pada Desember 2020 dan Februari 2021 lalu, para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), blusukan ke kampung-kampung.

Mereka turun ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Ada empat dapil di Tala yaitu Dapil I meliputi Kecamatan Pelaihari dan Bajuin.

Dapil II meliputi Kecamatan Jorong, Kintap, Batuampar.

Dapil III meliputi Kecamatan Panyipatan, Kurau, Bumimakmur, dan Takisung.

Baca juga: Polisi Nyamar Bekuk Pelaku Pungli di Jalur Alternatif Atilam-Kunyit Tala

Baca juga: DPRD Tala Dukung Pemkab Tindak Tegas Penyimpangan Distribusi Elpiji Melon, Begini Harapan Warga

Kemudian Dapil IV meliputi Kecamatan Batibati dan Tambangulang.

Misi utama kegiatan reses wakil rakyat itu yakni menyerap aspirasi masyarakat.

Cara mereka berbeda-beda dalam memaksimalkan peran aktif masyarakat.

Contohnya Edi Porwanto (ketua Komisi II) yang selalu membawa oleh-oleh beras premium dan kuis ringan berhadiah uang.

Masyarakat menaruh harapan besar anggota dewan dapat memperjuangkan aspirasi mereka.

Baca juga: Sidak PPKM, Dandim Martapura Beserta Rombongan Wali Kota Banjarbaru Menyisir THM dan Kafe

"Jalan Atilam-Kunyit sekarang rusak sejak menjadi jalur alternatif menuju Pelaihari. Tolong segera diperbaiki secara permanen," harap Abdul, warga Desa Atuatu, Minggu (14/3/2021).

Pekerja swasta ini mengatakan hampir tiap hari melintasi jalan tersebut.

Ia merasakan betapa tidak nyamannya menapaki jalur alternatif itu karena selain badan jalan rusak, juga kerap macet panjang.

Ketua DPRD Tala Muslimin mengatakan mayoritas usulan masyarakat yang terserap pada kegiatan reses dewan yakni perbaikan/peningkatan infrastruktur.

Terutama badan jalan dan jembatan, termasuk saluran drainase atau parit.

Baca juga: Perahu Terbalik di Sungai Barito, Polres Batola Kalsel Mengungkap Kronologisnya

Hal itu terutama sangat mengemuka di wilayah yang terpapar banjir besar seperti di Kecamatan Kurau dan Bumimakmur.

Pascabanjir cukup banyak jalan dan jembatan yang rusak sedang hingga berat.

Seperti di Desa Pagatanbesar Kecamatan Takisung, jalan poros setempat putus tergerus banjir.

Pentingnya penyiapan lumbung pangan cadangan beras di wilayah Kecamatan Jorong dan Kintap juga menggema dan tersuarakan pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan di dapil II.

Gagasan ini mencuat sebagai antisipasi di masa mendatang agar ketika terjadi banjir besar lagi, persediaan pangan di Tala tetap aman.

Baca juga: Dinkes Kapuas Lanjutkan Vaksinasi Tahap Kedua untuk Tenaga Kesehatan

Pasalnya, selama ini lumbungan pangan khususnya beras hanya terkonsentrasi di satu kawasan yakni di Kecamatan Kurau dan Bumimakmur.

Pada puncak banjir besar yang terjadi pertengahan Februari 2021 lalu, kedua kecamatan itu tenggelam, semaian bibit padi pun musnah.

"Masing-masing anggota dewan menyampaikan hasil resesnya. Mana yang paling urgen, itu yang diprioritaskan," ucap Muslimin.

Secara teknis akan disusun oleh sekretariat DPRD setelah sebelumnya dibahas pada tingkat komisi sesuai item-item aspirasi terhimpun dari masyarakat saat reses.

Selanjutnya akan disampaikan pada rapat paripurna. Agenda ini dijadwalkan dalam bulan ini juga.

Hasil reses menjadi input atau bahan masukan tambahan pada musyawarah perencanaan pembangunan (muarenbang) kabupaten.

Karenanya sebelum musrenbang sudah harus disinergikan dengan instansi teknis terkait sehingga dapat dipetakan secara tepat sesuai skala prioritas berdasar level urgensi.

Terutama yang bersentuhan lamgsung dengan kebutuhan mendasar masyarakat.

Muslimin mengatakan musrenbang kabupaten dijadwalkan April nanti.

Sedangkan hasil reses dewan sudah harus diserahkan ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tala paling lambat seminggu sebelum musrenbang.

"Tujuannya untuk diverifikasi karena itu kan nanti masuk SIPD (sistem informasi pembangunan daerah)," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved