Breaking News:

Tajuk

Tajuk - Tetap Waspada

Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 31 Maret 2021

bpost
Bpost Cetak Senin 15 Maret 2021 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 31 Maret 2021. Aktifnya kembali PPKM skala mikro ini berkaitan pula dengan merebaknya virus corona varian baru dengan nama B117.

Namun, yang menjadi dasar untuk terus diperketatnya kegiatan masyarakat saat ini, karena kasus Covid-19 masih bertambah. Meski vaksinasi terus digaungkan, bukan berarti kita bisa abai dan longgar dengan protokol kesehatan.

Bahkan banyak tempat hiburan dan rumah makan yang melanggar peraturan hanya dengan alasan tidak tahu, padahal mereka sudah tahu seperti apa risikonya jika ada yang terpapar dan dinyatakan positif

Data Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin totalnya sekarang sebanyak 6.128 orang. Sementara itu, tidak ada tambahan kesembuhan dan bertahan di angka 5.250 orang yang sembuh, sedangkan yang sudah meninggal hingga kini totalnya sebanyak 189 orang.

Selain itu sudah ada beberapa sekolah yang merencanakan ujian sekolah tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Pertanyaannya apakah Kota Banjarmasin dapat melakukannya sementara jumlah pasien terpapar virus corona semakin bertambah. Bukankah terlalu mengambil risiko bila siswa diminta untuk ke sekolah, dalam situasi yang masih belum pasti.

Meski banyak orangtua murid yang mendukung rencana sekolah mengadakan ujian tatap muka, apakah mereka tidak khawatir dengan keselamatan putra-putri mereka, meski sekolah menjamin menerapkan protokol kesehatan. Apalagi tenaga pengajar tidak akan sanggup mengawasi seluruh anak di sekolah, jumlah guru dan siswa tidak sebanding.

Satuan pendidikan juga harus memiliki pemetaan seluruh elemen sekolah yang mencakup kondisi kesehatan atau riwayat komorbid, hingga risiko perjalanan pulang pergi termasuk akses transportasi yang aman untuk siswa dan gurunya.

Selain itu, sekolah harus memeriksa riwayat perjalanan dari daerah dan zona risiko tinggi dan kontak erat, juga rentang isolasi mandiri yang harus diselesaikan pada kasus positif Covid-19. Satu kecerobohan saja akan berakibat fatal.

Kini kembali kepada diri masing-masing untuk selalu waspada, karena selain untuk keselamatan diri sendiri juga untuk orang lain. Semoga serangan virus ini cepat teratasi, kita bisa kembali pada kehidupan normal sebelumnya, dan pertumbuhan ekonomi ikut membaik. (*)

Editor: M.Risman Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved