Breaking News:

Kriminalitas Banjarmasin

Polisi Ungkap Komplotan Curanmor di Banjarmasin, Sering Beraksi di Tempat Ibadah,

Doyok beserta tiga rekannya, anggota sindikat curanmor diringkus tim gabungan Polda Kalsel, hasil curian biasanya dijual ke penadah di Hulu Sungai

Humas Polresta Banjarmasin
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tim Gabungan Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Saterskrim Polresta Banjarmasin, dan Polsekta Banjarmasin Selatan, berhasil mengamankan empat orang yang merupakan sindikat curanmor.

Pengungkapan sindikat itu bermula ketika tim gabungan menangkap pria berinisial R alias Doyok (28), pada (08/03/2021) setelah melancarkan aksinya di depan toko serba ada, di Jalan Beruntung Jaya, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, Tim Gabungan kemudian mengetahui kalau aksi pencurian tersebut tidak dilakukan sendiri oleh Doyok, tetapi juga dillakukan bersama tiga orang lainnya.

Masing-masing F (34), AKN (17), dan R (28), yang mana mereka diketahui juga sudah melakukan aksi kejahatan tersebut sebanyak 21 kali di lokasi yang berbeda.

Baca juga: Narkoba Kalsel, Selipkan Sabu di Plat Motor, Tiga Pria Digiring ke Mapolsek Banjarbaru Timur

Baca juga: Pascaputusan Mahkamah Konstitusi, PSU Pilgub Kalsel 2020, Begini Kata KPU dan Bawaslu Tapin

"Biasanya mereka beraksi di masjid atau musala, di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Alfian Tri Permadi.

Dalam melancarkan aksinya, komplotan itu jelas Alfian memiliki perannya masing-masing, antara mengawasi dan juga eksekutor.

"Masing-masing ada tugasnya, mereka melakukan aksi itu dengan cara merusak kunci motor menggunakan kunci T," jelas Alfian.

Sementara itu tersangka F saat di wawancarai mengaku, barang curian tersebut kebanyakan sudah dipesan oleh seseorang, di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Baca juga: Jembatan Sei Salim Mataraman Kabupaten Banjar Bakal Boleh Dilintasi Truk Kosong

Baca juga: Lembaga Ade Ogi Tanbu Fasilitasi KSOP dan Dishub Buatkan SIUP dan SIPI untuk Nelayan Pagatan

"Biasa kami jual seharga Rp 3 juta, untuk motor merk Yamaha jenis Jupiter Z, karena motor itu yang sering di pesan," ungkapnya.

Dari pengakuan F juga, ini adalah kali kedua ia diamankan karena kasus serupa.

Ia nekat mencuri karena faktor desakan ekonomi.

"Sebelumnya juga sudah pernah ditangkap. Uang hasil curian biasa dipakai untuk keperluan sehari-hari saja," ucapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved