Breaking News:

Berita Kesehatan

Demi Latih Sensor Anak, Psikolog Klinis dan Perkembangan Anak ULM Ini Rela Bikin Beras Warna-warni

Menjadi ibu muda,Firdha Yuserina Psikolog klinis dan perkembangan anak ULM sangat memperhatikan tumbuh kembang anaknya dengan memberi stimulus pangan

Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
istimewa
Psikolog klinis dan perkembangan anak ULM, Firdha Yuseri memberikan stimulus pangan berupa beras warna kepada anak kesayangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menjadi ibu baru membuat Firdha Yuserina giat dalam mendidik anak.

Perempuan muda ini sedang rajin-rajinnya mengajarkan sensory play pada anaknya.

Psikolog klinis dan perkembangan anak ULM ini bahkan rela menyisihkan waktunya untuk membuat beras berwarna-warni hingga agar-agar berisi miniatur hewan.

"Anak saya baru tujuh bulan jadi memang saatnya untuk melatih perkembangan kognitif (intelektual), stimulasi motorik halus dan kasar, perkembangan bahasa, melatih imajinasi dan kreativitas sama meningkatkan kedekatan orang tua anak," jelasnya Kamis (22/4/2021).

Baca juga: KIAT Puasa Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung Saat Ramadhan 2021

Baca juga: Bupati Batola Bantu Pengobatan Anak Pengidap Gula Darah dan Bibir Sumbing 

Firdha mengatakan, kadang ada beberapa orang tua yang cuma fokus di perkembangan berjalan dan berbicara anak saja, jadi misalnya anaknya sudah bisa jalan sesuai umur, bisa bicara sebelum dua tahun, sudah lega.

Padahal untuk anak-anak perkembangannya bukan cuma bahasa dan berjalan saja.  Karena fase 1000 hari pertama anak, perkembangan sel otak sangat pesat sehingga orangtua harus banyak memberi stimulus lain selain stimulus gerak dan bahasa.

Firdha sendiri memilih untuk memberi sensor stimulus dari bahan pangan yang aman jika termakan.

Mulai dari agar-agar, kacang merah, jagung kering, beras dengan pewarna makanan, hingga tepung.

Saat anaknya melihat mainan yang melatih sensornya, anak akan mulai mengaduk-aduk bahan untuk melatih keterampilan motorik halus, sensori, konsentrasi sama imajinasi.

"Memang berantakan jika menggunakan bahan pangan, kalau tidak mau, juga bisa dengan bermain menempel benda dengan selotip," ujar Firdha.

Baca juga: Puluhan Siswa di TK di Balangan Diusulkan Dapatkan Kartu Identitas Anak

Sekretaris UKPP Program Studi Psikologi ULM ini memilih menggunakan bahan yang mudah dicari dan murah meriah. Dengan bahan sederhana baginya bisa mengajarkan banyak hal bagi anak.

"Stimulasi sebenarnya bisa dari apa saja, tidak harus mahal bahkan bisa dari bahan yang ada di dapur," tambah Firdha. (Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved