Breaking News:

Geger Alat Swab Bekas

Pegawainya Diduga Gunakan Alat Swab Bekas di Bandara Kualanamu, Begini Kata Kimia Farma Diagnostik

Penggerebekan layanan rapid test dengan alat swab bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang bikin geger. Ini kata Kimia Farma Diagnostik.

Editor: Anjar Wulandari
KOMPAS.COM/DEWANTORO
Plt. Executive GM PT Angkasa Pura II Kualanamu, Agoes Soepriyanto, Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik, Adil Fadillah Bulqini (kiri) dan Kepala KKP Klas I Medan, Priagung AB saat konferensi pers pada Rabu sore soal dugaan penggunaan alat swab bekas di Bandara Kualanamu. 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penggerebekan layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara bikin geger. Terlebih, hal itu terkait dugaan penggunaan alat swab bekas oleh petugas klinik ternama, Kimia Farma Diagnostik.

Seluruh petugas yang ada di klinik itu pun ditangkap untuk diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian setempat.

Pihak PT Kimia Farma Diagnostik pun akhirnya angkat bicara soal kasus yang menggegerkan publik ini. Namun pihak perusahaan memilih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian, sebelum meminta maaf.

Kasus ini tentu menjadi ironi tengah pandemi covid-19 yang hingga saat ini belum teratasi.

Baca juga: Pasien Covid di Fasyansus Tala Bertambah Lagi, Satu Balita Masih Jalani Isolasi

Baca juga: Update Kasus Baru Covid-19 Nasional Rabu 28 April 2021: Bertambah 5.241 Orang Dalam 24 Jam

Berikut ini sejumlah fakta dari pengungkapan kasus dugaan penggunaan alat rapid tes bekas di Bandara Kualanamu.

"Jadi benar, Subdit 4 Krimsus melakukan tindakan terhadap dugaan tindak pidana Undang-Undang kesehatan. Lokasinya di salah satu ruangan di Bandara Kualanamu," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi.

Penyelidikan bermula saat anggota mendapatkan laporan dari pengguna jasa layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu.

Dia melaporkan jika alat rapid test antigen yang digunakan penyedia jasa layanan adalah barang bekas.

Selanjutnya, pihak Ditreskrimsus Polda Sumur terjun melakukan penyelidikan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved