Breaking News:

Berita Tapin

Pos Sekat Mudik di Tapin, Hanya Jenis Kendaraan Ini Yang Diperbolehkan Lewat

Peniadaan mudik Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H terus dipersipakan pemerintah Kabupaten Tapin. Diantaranya adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin

Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, Muhammad Nor 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Peniadaan mudik Jelang hari raya Idul Fitri 1442 H terus dipersipakan pemerintah Kabupaten Tapin. Diantaranya adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin. Senin, (03/05/2021).

Terbaru, informasi yang dihimpun Banjarmasinpost.co.id dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, Muhammad Nor mengatakan rencana kegiatan peniadaan mudik dari dishub Tapin yakni menyiapkan kekuatan personel untuk bergabung dengan unsur lain.

"Kabupaten Tapin merupakan salah satu kabupaten yang berada di tengah, diapit dua kabupaten yakni Banjar dan Hulu Sungai. Oleh karena itu, perketatan akan dilaksanakan selama 24 jam," jelasnya.

Ia mengatakan personil yang akan berjaga juga adalah yang sudah menerima vaksin. Di tiga posko yang telah ditentukan yakni Kecamatan Binuang, Kecamatan Lokpaikat dan Kecamatan Candi Laras Utara dan satu pos check poin di Bundaran Dulang petugas akan berjaga terbagi dua shift.

Baca juga: Cegah Pemudik, Tim Gabungan Sekat 4 Titik Perbatasan Kalteng Selama 12 Hari

Baca juga: Izin Perjalanan Dinas Saat Pelarangan Mudik Pemprov Kalsel Diperketat

Baca juga: Dampak Larangan Mudik, Pj Gubernur Kalsel Safrizal Minta Sopir Angkutan Umum Bertahan

Baca juga: Muncul Surat Terbuka Supir Angkutan, Anggota DPRD Kalsel Ini Keberatan Larangan Mudik

"Untuk pembagian waktu shift antara lain, shift pertama mulai pukul 07.30 wita sampai 15.30 wita dan shift kedua mulai 15.30 wita hingga dengan pukul 23.30 wita," lanjutnya.

Ia mengatakan adapun waktu pelaksanaan yaitu H-7 sampai dengan H + 10.

"Untuk teknisnya, akan awali dengan apel kesiapan anggota di masing-masing posko," jelasnya.

Ia mengatakan para pengguna jalan yang diperbolehkan untuk melewati pos dan memasuki atau keluar dari Kabupaten Tapin yakni kendaraan Emergancy seperti ambulance yang membawa pasien dan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.

"Selain itu, untuk kendaraan angkutan barang, seperti truk BBM, pengangkut ternak, sembako dan komoditi lainnya tetap dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan," jelasnya.

Ia mengatakan sedangkan untuk kendaraan angkutan barang, akan ada sosialisasi dan normalisasi kendaraan yang Over Load Dimension.

"Kami tidak akan segan-segan bilamana ada pemudik yang nekat melalui jalur-jalur tersembunyi. Jika ketahuan maka akan kita tindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,"tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).

Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved