Breaking News:

Berita Banjarmasin

PPDB SMA SMK Negeri Dimulai 28 Juni, Berlangsung Daring

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA SMK Negeri di Kalimantan Selatan akan dimulai dari 28 hingga 30 Juni 2021 ini secara daring.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Ketua MKKS Kalsel, Dwi Ayati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA SMK Negeri di Kalimantan Selatan akan mulai dilaksanakan pada 28 hingga 30 Juni 2021.

PPDB SMA SMK tahun ajaran 2021/2022 ini berlangsung secara daring.

Menurut Ketua MKKS SMK Provinsi Kalimantan Selatan Dwi Ayati, jadwal PPDB SMA SMK Negeri di kalsel tersebut sudah sesuai kesepakatan bersama.

"Iya 28 hingga 30 Juni 2021," ujar kepala sekolah SMKN 1 Martapura ini saat dihubungi Senin (14/6/2021).

Sementara Ketua MKKS SMA Kalimantan Selatan Tumiran mengatakan pelaksaan tetap dilakukan daring. Sementara daerah yang jaringan internetnya masih belum memadai masih belum ditentukan.

Baca juga: PPDB 2021, SDN 2 Bangkal Cempaka Banjarbaru Tetap Gunakan Sistem Zonasi dan Manual

Baca juga: PPDB SMA-SMK di Kalsel Akan Diumumkan Minggu Depan

"Ini juga sempat dipertanyakan tadi saat rapat, tapi nanti itu adalah kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel," ujarnya.

Meski diselenggarakan serupa dengan tahun 2020 lalu, namun tahun ini bebernya untuk jalur prestasi ada dua cara yang dapat digunakan yakni nilai rapor akademik selama lima semester saat di SMP atau piagam atau sertifikat penghargaan.

"Jadi boleh diantara dua itu, tidak harus keduanya," tambahnya.

Sementara jenis penerimaan tetap dari empat unsur yakni zonasi minimal 50 persen, afirmasi minimal 15 persen, perpindahan orangtua maksimal lima persen, dan prestasi maksimal 30 persen.

Baca juga: Kepala Kemenag HST Sebut PPDB Madrasah Selesai, Sekolah Siap Belajar Tatap Muka

Sementara Kadisdikbud Kalsel HM Yusuf Effendi mengatakan meski wajib daring, bagi sebagian sekolah tetap bisa luring karena ada kendala jaringan bagi sekolah atau kawasan rumah calon murid berasa di luar jaringan.

"Tetap bisa luring bagi sekolah atau calon murid yang berada di luar jaringan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved