Manfaat Jahe

Manfaat Jahe : Menambah Imunitas Tubuh dan Redakan Nyeri, Berikut Resep Minuman Jahe Hangat

Manfaat mengonsumsi jahe secara rutin bagi tubuh manusia. Jahe adalah tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Harga jahe Merah yang pada awal sempat tembus Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu, Kamis (4/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Manfaat mengonsumsi jahe secara rutin bagi tubuh manusia.

Jahe adalah tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat.

Sejak zaman dahulu, jahe digunakan sebagai bumbu masak. Selain itu jahe juga digunakan untuk bahan alami obat-obatan tradisional.

Aromanya yang khas, jahe juga kerap diolah dalam bentuk jamu.

Baca juga: Banyak Manfaat Temulawak, Cegah Kanker Hingga TIngkatkan Fungsi Otak

Baca juga: Beragam Manfaat Madu, Begini Tips Membedakan yang Asli dengan Palsu

Simak pula resep cara membuat minuman jahe hangat yang baik jika dikonsumsi tubuh.

Jahe biasanya digunakan sebagai penambah rasa dan aroma dalam masakan dan minuman khas Asia.

Sempat naik harga hingga Rp 100.000 per kilogram, kini harga jahe berada dikisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Hal itu disampaikan oleh pedagang rempah-rempah Ruhma dan  Ratna  saat ditemui di pasar Pekauman pada Kamis (16/7/2020).
Sempat naik harga hingga Rp 100.000 per kilogram, kini harga jahe berada dikisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram. Hal itu disampaikan oleh pedagang rempah-rempah Ruhma dan Ratna saat ditemui di pasar Pekauman pada Kamis (16/7/2020). (banjarmasinpost.co.id/leni wulandari)

Jahe mengandung antioksidan dan nutrisi lain yang membantu mencegah dan mengobati radang sendi, peradangan, dan berbagai jenis infeksi.

Berikut adalah manfaat jahe untuk kesehatan, dilansir dari Medical News Today.

1. Menjaga kesehatan pencernaan

Beberapa studi telah menganalisis efek jahe pada gas yang terbentuk di saluran usus selama pencernaan.

Dari studi tersebut, terbukti bahwa enzim dalam jahe dapat membantu tubuh memecah dan mengeluarkan gas.

Jahe juga memiliki efek positif pada enzim tripsin dan lipase prankeas yang penting untuk sistem pencernaan.

2. Mengatasi mual

Sejumlah studi menunjukkan bahwa jahe dapat mengatasi mual di pagi hari akibat kehamilan dan mual setelah pengobatan kanker.

Ulasan studi di tahun 2011 mengatakan, dosis harian 1.500 mg ekstrak jahe mampu meredakan gejala mual.

Peneliti menyarakan studi lebih lanjut pada manusia untuk sepenuhnya memahami efek jahe pada mual dan pencernaan.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Penyakit Ginjal, Hipertensi dan Diabetes Jadi Pemicu

3. Meredakan nyeri

Sebuah studi yang melibatkan 74 peserta menemkan bahwa dosis harian 2 gram jahe dapat meredakan nyeri otot akibat olahraga.

Sementara itu, tinjauan studi tahun 2016 juga mengatakan, jahe dapat membantu meredakan nyeri haid.

4. Meredakan peradangan

Jahe disebut cukup efektif dan aman untuk mengobati peradangan yang disebabkan oleh osteoartritis.

Sebuah tinjauan terhadap 16 uji klinis mengatakan bahwa sifat fitokimia dalam jahe dapat meredakan peradangan.

5. Menjaga kesehatan jantung

Ada beberapa bukti bahwa ekstrak jahe dapat meembantu mengatasi penyakit kardiovaskular.

Satu ulasan menemukan bahwa dosis 5 gram jahe atau lebih dapat menyebabkan aktivitas antiplatelet yang signifikan dan bermanfaat.

Rektor ULM Prof Sutarto Hadi yang kebetulan hadir, begitu antusias mencicipi es krim jamu dengan toping jahe.
Rektor ULM Prof Sutarto Hadi yang kebetulan hadir, begitu antusias mencicipi es krim jamu dengan toping jahe. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Dilansir kompas.com, Dengan penelitian lebih lanjut, para peneliti optimis bahwa jahe bisa menjadi pengobatan yang aman untuk penyakit kardiovaskular.

6. Menurunkan risiko kanker

Jahe merupakan sumber antioksidan yang sangat baik sehingga mampu melawan berbagai jenis stres oksidatif akibat radikal bebas.

Tubuh harus melawan radikal bebas untuk mencegahnya merusak sel yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Antioksidan makanan, seperti yang terdapat dalam jahe, akan membantu tubuh menyingkirkan radikal bebas.

Baca juga: Waspada 5 Jenis Makanan Minuman Penyebab GERD, Simak Tips Mencegah Penyakit Asam Lambung Sejak Dini

*Jenis-jenis jahe

Secara umum, jahe dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya. Berikut penjelasannya:

1. Jahe putih atau jahe kuning besar

Jahe jenis ini biasa disebut juga sebagai jahe gajah karena memiliki ukuran yang besar.

Selama ini, jahe kuning besar kerap digunakakan sebagai bahan campuran minuman atau jahe olahan.

2. Jahe putih atau jahe kuning kecil

Jahe jenis ini biasa disebut dengan jahe sunti atau jahe emprit.

Dibanding jahe gajah, jahe emprit memiliki ukuran yang lebih kecil, namun rasanya lebih pedas.

Kepala Kantor Imigrasi Banjarmasin, S Pasaribu saat melihat produk unggulan jahe buatan WBP LPP Martapura di pasar murah yang digelar di halaman Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Kepala Kantor Imigrasi Banjarmasin, S Pasaribu saat melihat produk unggulan jahe buatan WBP LPP Martapura di pasar murah yang digelar di halaman Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan (istimewa)

3. Jahe merah

Jahe jenis ini mudah dikenali karena memiliki rimpang dengan ukuran paling kecil dan berwarna merah.

Sama seperti jahe emprit, jahe merah juga memiliki rasa lebih pedas ketimbang jahe gajah sehingga cocok digunakan untuk ramuan obat-obatan.

Melansir buku The Miracle of Herbs (2013) karya dr. Prapti Utami dan Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz, sifat khas yang dimiliki jahe timbul karena adanya kandungan minyak asiri dan oleoresin.

Minyak asiri berperan untuk menimbulkan aroma pedas pada jahe.

Sedangkan oleoresin pada jahe berperan dalam menimbulkan rasa pedas.

Kandungan minyak asiri pada jahe bervariasai satu sama lain, namun sekitar 1-3 persen. Sedangkan kandungan oleoresin berkisar 4-7,5 persen.

Senyawa lain yang turut menyebabkan rasa pedas pada jahe, yaitu golongan fenilalkil keton atau yang biasa disebut gingerol.

Baca juga: Daftar Makanan Mengandung Kolagen : Berikut Manfaat dan Kandungannya Bagi Tubuh

*Resep minuman jahe hangat

Jahe yang memiliki nama latin Zingiber officinale, adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat.

Banyak minuman khas Indonesia yang memanfaatkan jahe sebagai bahan utama.

Apalagi jahe memiliki rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.

Sensasi hangat dari jahe ini sangat enak dicampur dengan teh dan bahan lain untuk menghangatkan badan di saat musim hujan atau malam hari.

Belakangan jahe juga semakin tenar sebagai empon-empon bermanfaat bagi daya tahan tubuh pada masa pandemi.

Pelatihan membuat minuman Kopi Jahe oleh Pertamina kepada kepada kelompok binaan CSR di Kelurahan Guntung Payung Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (29/3/2021).
Pelatihan membuat minuman Kopi Jahe oleh Pertamina kepada kepada kelompok binaan CSR di Kelurahan Guntung Payung Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (29/3/2021). (Humas Pertamina untuk BPost)

Berikut resep minuman jahe hangat.

1. Teh jahe lemon

Bahan:
-25 gram teh tubruk hitam

-500 ml air

-5 sentimeter jahe bakar yang dimemarkan

-1 buah lemon iris bulat bulat

Bahan pelengkap:

-irisan buah lemon

-50 gram gula batu

Cara membuat teh jahe lemon:

Baca juga: BTalk, Plus Minus Tato Alis Menurut Dokter Kulit Dwiana Savitri dari Banjarmasin

- Siapkan panci berisi air, panaskan air dan masukkan jahe. Kemudian masak di atas api kecil hingga harum, matikan api kompor.

- Tambahkan teh tubruk, seduh sampai air berubah warna. Tambahkan irisan lemon dan diamkan 20 menit hingga sari lemonnya keluar.

- Jika sudah 20 menit, keluarkan irisan lemon. Panaskan kembali air teh jahe. Teh Jahe siap disajikan. Tambahkan gula jika suka.

2. Wedang teh jahe berempah

Bahan:

-400 gram jahe, bakar, kupas, dan memarkan

-1.500 ml air

-2 sentimeter kayumanis

-2 butir cengkeh

-2 butir kapulaga

-2 ½ sendok makan gula pasir

-1 sendok makan madu 2 sachet teh

Cara Membuat:

- Siapkan panci isi dengan air dan semua bahan rempah. Rebus di atas api kecil sampai harum, kemudian saring.

- Masak kembali air rebusan rempah. Tambahkan gula pasir dan madu. Aduk hingga gula dan madu larut.

- Celupkan teh, aduk hingga air berubah warna. Wedang teh jahe berempah siap disajikan dalam kondisi hangat.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved