Cara Pengobatan Vitiligo

Cara Pengobatan Vitiligo, Melalui Terapi Maupun Obat Herbal & Ingat Ini Tak Menular

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan memudarnya pgmen atau warna kulit.Umumnya pengidap vitiligo, kulitnya akan muncul bercak putih.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Vitiligo si Putih bukan Panu, dibahas dalam tayangan BTalk bersama Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (27/7/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inilah cara penanganan penyakit vitiligo yang menyerang kulit manusia.

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan memudarnya pgmen atau warna kulit.

Umumnya pengidap vitiligo, kulitnya akan muncul bercak putih menyerupai panu.

Penyakit ini juga bisa disebabkan autoimun atau suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel pigmen tubuh.

Masalah vitiligo ini dikupas tuntas dr Dwiana Savitri, SpKK, FINSDV, FAADV dalam program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Khasiat Madu bagi Ibu Menyusui, Dicampur Jahe Dapat Memperbanyak ASI

Baca juga: Khasiat Madu bagi Ibu Hamil, Memperkuat Daya Tahan Tubuh dan Menjaga Kesehatan Kulit Kepala

*Cara pengobatan vitiligo

Pengobatan vitiligo bertujuan untuk mengembalikan warna kulit seperti semula.

Beberapa metode pengobatan dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, dokter akan menganjurkan pasien untuk terlebih dahulu menggunakan tanning lotion atau losion penggelap kulit.

Pasien juga disarankan memakai tabir surya dengan SPF 30 atau lebih untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih parah akibat paparan sinar matahari.

1. Salep dan cairan

Dapat membantu mencegah bercak menyebar dan mengembalikan warna kulit pasien, terutama pada tahap awal vitiligo. Pengobatan ini relatif terjangkau.

2. Terapi Sinar UV

Terapi sinar UV atau fototerapi dipilih bila vitiligo telah menyebar luas, dan tidak bisa ditangani oleh obat oles.

Fototerapi dilakukan dengan memaparkan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) ke area kulit yang terserang vitiligo.

Pengidap vitiligo akan dimasukkan pada sebuah tempat berbentuk lemari yang ada sinar UV. Saat masuk mata ditutup terlebih dulu.

Baca juga: Khasiat Temulawak Mengandung Minyak Atsiri, Mampu Menurunkan Lemah dalam Tubuh

Sebelum fototerapi, pasien akan diberi psoralen yang digunakan pada kulit, agar kulit menjadi lebih sensitif pada sinar UV.

Pasien membutuhkan 3 kali terapi sepekan, selama 6 sampai 12 bulan. Pengobatan ini relatif lebih mahal namun tidak sampai puluhan juta rupiah.

Apabila hanya di bagian tangan saja, juga bisa menggunakan terapi sinar UV menggunakan alat yang lebih kecil.

3. Obat herbal

Selain menggunakan terapi sinar UV dan salep, vitiligo juga dapat ditangani dengan mengkonsumsi bahan-bahan herbal yakni madu dan jahe.

Vitiligo si Putih bukan Panu, dibahas dalam tayangan BTalk bersama Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (27/7/2021).
Vitiligo si Putih bukan Panu, dibahas dalam tayangan BTalk bersama Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, Selasa (27/7/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

*Penyebab vitiligo

Vitiligo bisa terjadi karena beberapa sebab, salah satunya adalah kelainan genetik yang diturunkan oleh orangtua, dan silsilah keturunan di atasnya.

Faktor genetik ini adalah kondisi yang agak sulit dihindari, namun bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup yang baik.

Selain genetik, faktor gaya hidup juga turut berpengaruh.

Di antaranya jam tidur yang terbalik dan tidak teratur, makan makanan junk food, dan mengkonsumsi buah-buahan tertentu yang bisa jadi pemicu vitiligi, yakni berry dan kacang-kacangan, namun penelitian terhadap buah-buahan ini masih berlanjut.

Baca juga: BTalk - Pilih Cemilan Bergizi Menurut Nany Suryani dari Stikes Husada Borneo Kalsel

Makanan lainnya, yaitu coklat, kopi, dan lain-lain juga berkemungkinan pemicu vitiligo.

*Gejalan vitiligo

Gejala vitiligo diawali munculnya bercak hipopigmentasi di tubuh. Pada awalnya, bercak yang muncul berwarna lebih muda dari kulit, kemudian akan memutih secara bertahap.

Kemunculan bercak dimulai di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, yaitu wajah, bibir, tangan dan kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain.

Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, membahas tentang Vitiligo si Putih bukan Panu dalam tayangan BTalk, Selasa (27/7/2021).
Spesialis Kulit Kelamin RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, dr Dwiana Savitri SpKK FINSDV FAADV, dipandu Anjar Wulandari, jurnalis Banjarmasin Post, membahas tentang Vitiligo si Putih bukan Panu dalam tayangan BTalk, Selasa (27/7/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

*Cara mencegah vitiligo

Bagi yang memiliki faktor genetik, hendaknya dapat menjalankan gaya hidup yang sehat, dan pola makan yang tidak instan. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan tidak makan fast food.

Selain mengobati atau mencegah vitiligo, bagi pasien atau penderita vitiligo dapat menyamarkan warna kulit yang memudah dengan kosmetik yang aman dan sesuai.

Sebaiknya mengindari kosmetik yang mengandung pemutih karena akan memperlebar vitiligo pada kulit.

Melansir Mayo Clinic, warna kulit, rambut, dan mata Anda berasal dari pigmen yang disebut melanin.

Pigmen ini diproduksi oleh sel yang disebut melanosit.

Baca juga: Waspada 5 Jenis Makanan Minuman Penyebab GERD, Simak Tips Mencegah Penyakit Asam Lambung Sejak Dini

Vitiligo terjadi ketika melanosit ini rusak atau berhenti berfungsi. Vitiligo dapat memengaruhi orang-orang dari semua jenis kulit.

Tapi, mungkin lebih terlihat pada orang dengan kulit yang lebih gelap. Vetiligo memang tidak mengancam jiwa maupun menular, tapi kondisi ini kerap kali bisa membuat ketidaknyamanan hingga stres.

Orang dengan vitiligo mungkin berisiko lebih tinggi untuk terkena beberapa kondisi berikut:

-Tekanan sosial atau psikologis karena penampilan

-Sunburn atau kulit terbakar

Kondisi kulit vitiligo model bernama Breanne Rice
Kondisi kulit vitiligo model bernama Breanne Rice (DAILYMAIL.COM)

-Masalah penglihatan

-Kehilangan penderngaran

Vitiligo tergolong penyakit yang berlangsung jangka panjang (kronis), dan diperkirakan menimpa 1 dari 100 orang.

Meskipun dapat menyerang semua orang, vitiligo umumnya terjadi sebelum usia 20 tahun, dan lebih jelas terlihat pada orang yang berkulit hitam.

Baca juga: Tips Merawat Kecantikan Kulit Menggunakan DNA Salmon, Berawal dari Negeri Ginseng Korea Selatan

Bergantung pada jenis vitiligo yang dimiliki, itu di antaranya dapat memengaruhi:

-Hampir semua permukaan kulit (vitiligo universal), di mana perubahan warna memengaruhi hampir semua permukaan kulit

-Banyak bagian tubuh (vitiligo general). Pada jenis vetiligi yang paling umum ini, bercak yang berubah warna sering berkembang sama pada bagian tubuh yang sesuai (secara simetris)

-Hanya satu sisi atau bagian tubuh (vetiligo segmental). Vetiligo jenis ini cenderung terjadi pada usia yang lebih muda, berkembang selama satu atau dua tahun, lalu berhenti

-Satu atau hanya beberapa area tubuh (vitiligo lokal atau fokal)

-Wajah dan tangan (vitiligo acrofacial). Dengan jenis ini, kulit yang terkena ada di wajah dan tangan, serta di sekitar bukaan tubuh, seperti mata, hidung, dan telinga

Dilansir kompas.com, Sulit untuk memprediksi bagaimana penyakit vetiligo akan berkembang.

Terkadang bercak bisa berhenti terbentuk tanpa pengobatan.

Dalam kebanyakan kasus, kehilangan pigmen bisa menyebar dan pada akhirnya melibatkan sebagian besar kulit.

Sementara, kadang-kadang, warna kulit pada vetiligo dapat kembali.

Lantas kapan harus ke dokter?

Anda disarankan untuk segera menemui dokter jika area kulit, rambut, atau selaput lendir kehilangan pewarnaan.

Vitiligo tidak ada obatnya.

Tetapi perawatan mungkin menghentikan atau memperlambat proses perubahan warna dan mengembalikan beberapa warna ke kulit.

*Diagnosis vetiligo

Melansir NHS, pada umumnya dokter umum akan dapat mendiagnosis vitiligo setelah memeriksa area kulit yang terkena.

Dokter mungkin bertanya kepada Anda jika:

-Ada riwayat vitiligo dalam keluarga

-Ada riwayat kondisi autoimun lain dalam keluarga

-Anda telah melukai area kulit yang terkena , misalnya, apakah Anda mengalami sengatan matahari atau ruam parah di sana

-Anda terbiasa berjemur di bawah sinar matahari, atau apakah Anda baru terbakar Area kulit mana pun menjadi lebih baik tanpa perawatan, atau apakah semakin parah

-Anda sudah mencoba perawatan apa pun

Seorang dokter umum mungkin juga bertanya tentang dampak vitiligo pada hidup pasien.

Misalnya, seberapa besar hal itu memengaruhi kepercayaan diri atau harga diri Anda dan apakah itu memengaruhi pekerjaan Anda.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved