Breaking News:

Berita Banjarmasin

Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan Alkes RSUD Ulin, Polda Kalsel : Alkes Berupa Tempat Tidur Pasien

Satu orang oknum PNS RSUD Ulin berinisial SBH dan satu oknum karyawan perusahaan pengadaan alat kesehatan PT Capricorn berinisial SH harus

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Dua tersangka berinisial SBH dan SH yang diamankan polisi dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan Alkes di RSUD Ulin Banjarmasin 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satu orang oknum PNS RSUD Ulin berinisial SBH dan satu oknum karyawan perusahaan pengadaan alat kesehatan PT Capricorn berinisial SH harus berurusan dengan hukum karena tertangkap tangan dalam dugaan kasus gratifikasi.

Mengenakan rompi oranye khas tersangka, keduanya dihadirkan dalam pers rilis di Media Center Bid Humas Polda Kalsel, Selasa (14/9/2021).

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, OTT terhadap kedua tersangka terkait dengan kasus dugaan gratifikasi lelang pengadaan alat kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin.

"Tersangka SBH meski bukan sebagai panitia pengadaan barang tapi bisa melakukan komunikasi dengan salah satu operator panitia. Sehingga terjadilah transaksi dimana PT Capricorn dimenangkan tender. Lalu SBH diberikan hadiah karena perannya itu,“ terang Kabid Humas.

Baca juga: Kasus Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Ulin, Polda Kalsel : Dua Tersangka Ditangkap OTT

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel, Mantan Dirut PD Baramarta Divonis 6 Tahun Penjara

Baca juga: Korupsi Kalsel : Kejati Belum Tahan Tersangka PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari, Ini Alasan Aspidsus

Baca juga: Kasus Korupsi di Kalsel, Mantan Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu Ditahan Kejagung

Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Amin Rovi menambahkan, penyerahan uang diduga gratifikasi oleh tersangka SH kepada SBH tersebut dilakukan setelah proyek pengadaan alat kesehatan yang dimaksud rampung dilaksanakan.

"Pengadaannya ini sudah selesai, masuk Tahun Anggaran 2021 ini," kata AKBP Amin.

Alat kesehatan yang dimaksud dalam pengadaan tersebut dijelaskannya ada beberapa macam jenis barang, termasuk tempat tidur elektrik untuk pasien serta alat monitor tekanan darah.

Meski demikian, Polisi belum mengungkap lebih jauh berapa nilai pagu dan realisasi proyek pengadaan alat kesehatan yang telah dilaksanakan dan diduga melibatkan tindakan curang gratifikasi tersebut.

Hal ini kata Kasubdit masih dalam penyidikan oleh penyidik Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved