Breaking News:

Fkrah

Fikrah - Sibuk

Idealnya shalat dilaksanakan diawal waktu, berjemaah di masjid. Shalat berjemaah mendapatkan ganjaran pahala 27 kali lipat dari shalat sendirian

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - DIRIWAYATKAN bahwa Rasulullah Saw mengutus Muadz Bin Jabal untuk menjadi wali di negeri Yaman (gubernur pada zaman sekarang). Nabi Saw tahu akan kesibukan yang dihadapi oleh Muadz Bin Jabal (katakanlah gubarnur pada zaman sakarang). Selain sebagai imam dalam melaksanakan shalat fardhu, Muadz Bin Jabal juga sibuk mengatur pemerintahan dan rakyat.

Lalu Rasulullah Saw mewasiatkan kepada Muadz Bin Jabal, “ya Muadz la tada’anna fi duburi kulli sholatin an takula allahumma ainni ala djikrika wasyukrika wahusni ibadatik. Artinya: wahai Muadz jangan engkau tinggalkan sesudah sholat fardu untuk berdoa ya Allah tolonglah aku bagaimana aku bisa mengingatmu, dan bersyukur akan nikmatmu serta beribadah yang baik terhadapmu.”

Inilah tiga penyakit yang melanda manusia disepanjang jaman kehidupan mereka, sehingga lupa berdzikir mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Padahal seseorang tenggelam dalam nikmat pada kesehariannya, lalu tidak bersyukur akan segala nikmat yang ia terima dari Allah dikeseharianya dari bangun tidur sampai kembali tidur, dan bahkan tidur itu sendiri adalah nikmat baginya. Lalu pada gilirannya beribadah kepada Allah hanya sejadinya saja.

Nah inilah do’a yang diajarkan oleh Rasulullah Saw kepada Muadz Bin Jabal yang akan menghadapi kesibukan yang luar biasa sebagai kepala pemerintahan di negeri Yaman bukan saja sebagai imam shalat tetapi juga mengatur rakyat. Untuk bisa bersykur kepada Allah Swt, Said Hawa seorang ulama di Mesir mengatakan bahwa berdzikir kepada Allah itu adalah melalui shalat. Allah SWT berfirman: “ala bidzikrillahi tatmainnul kulub”. Ketahuilah bahwa dengan mengingat Allah lah tentramnya hati. Ini yang pertama.

Idealnya shalat dilaksanakan diawal waktu, berjemaah di masjid. Shalat berjemaah mendapatkan ganjaran pahala 27 kali lipat dari shalat sendirian. Nah nanti di atas titian siratal mustaqim seseorang yang shalat sendirian ketika melangkah hanya melangkah satu langkah saja, kalau seseorang berjemaan ia sepertinya melompat 27 kali langkah. Maka seseorang yang shalatnya sendirian di atas titian siratal mustaqim jalanya lambat karena melangkah hanya satu langkah, tetapi orang yang selalu berjemaah maka ia akan melompat sekali langkah menjadi 27 lumpatan. Ini gambaran pahala antara shalat sendirian dengan shalat berjemaah.

Di dalam surga seorang mukmin muslim akan menerima nikmat ma la ainun raat wala ujunun samiat yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga. Setelah menerima nikmat berupa kenikmatan hissi atau materi, penduduk surga akan menerima lagi ucapan selamat dari Allah Swt sehingga wajahnya menjadi cerah ceria melihat wajah Allah Swt, difirmankan: “wujuhun yaumaijin naadirah ila rabbiha naazhirah” pada saat itu wajah-wajah penduduk surga cerah ceria karena melihat wajah Allah Swt dan mendapatkan ucapan selamat dari Allah SWT seperti yang disebutkan di dalam surah yasin :”salamun kaulan mirrabir rahim” artinya selamat sejahtera adalah ucapan selamat dari tuhan mereka yang maha penyanyang.

Ini lah nikmat surga yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata penduduk surga bila telah menikmati nikmat hissi atau materi berupa istana yang indah, makan yang lezat dan nikmat lain yang berlipat ganda, lalu menikmati nikmat bisanya memandang wajah Allah. Demikianlah berulang-ulang tidak putus-putusnya yang dikehendaki oleh Allah Swt nikmat yang tidak putus-putusnya.

Sebaliknya penduduk neraka adalah mereka yang digambarkan disiksa dengan api neraka jahanam yang bernyala-nyala, bila kulit mereka hancur diganti lagi dengan kulit yang baru supaya merasakan siksa itu.
Firman Allah Swt : kulluma nadijat juluduhum baddalnahum juludan ghairaha liadzuqul azab” artinya apabila kulit penduduk neraka hancur maka kulit itu diganti lagi dengan kulit yang lain atau baru sehingga mereka dapat merasakan siksa dan azab. Disamping itu penduduk neraka merasakan sakit yang luar biasa yaitu sakit hati karena diumumkan bahwa mereka diharamkan untuk dapat memandang wajah Allah Swt.

Oleh sebab itu berdoalah kita agar supaya masuk surga dan mintalah kepada Allah supaya bisa dimasukkan kedalam surga dan dijauhkan dari pada siksa neraka kepada kita: “Allahumma inni as aluka ridhaka wal jannah wa a’udzubika min sakhatika wannar” Artinya ya Allah aku minta kepada engkau ridhamu dan surga dan jauhkanlah aku dari murkamu dan neraka. Kepada kita diajarkan pula doa yang dijuluki dengan do’a sapu jagat, yaitu rabbana aatina fiddun-ya hasanah wafil aakhirati hasanah wa qina adzabannar artinya Ya Allah anugerahilah aku kebajikan di dunia dan di akhirat serta hindarkanlah aku dari pada siksa neraka. Inilah doa yang distilahkan doa sapu jagat, sebagai penutup doa yang berkepanjangan kita mohon kepada Allah bisa jadi dia sebagai kesimpulan segala permintaan kita dari awal sampai akhir dan doa sapu jagat ini sebagai kesimpulannya.

Bila seseorang berdoa dengan doa sapu jagat ini, di dalamnya tersimpaul empat kebaikan di dunia dan empat kebaikan di akhirat. Empat kebaikan di dunia adalah iman yang mantap, razeki yang cukup, pasangan hidup yang menyenangkan, keturunan yang menjadi buah mata (qurru ta’akyun). Sedangkan empat kebajikan di akhirat adalah mudahnya menghadapi sakaratul maut, mudahnya menghadapi hisab Allah Swt, selamatnya meniti titian siratul mustakim, dan masuk surga menerima ucapan selamat dari Allah SWT salamun kaulan mirrabirrahim dan dapat memandang wajah Allah Swt wujuhun yaumaidzin naadirah ila rabbiha nazhirah pada hari itu wajah-wajah menjadi cerah ceria karena dapat melihat wajah Allah SWT. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved